Berita Surabaya

HUT Kemerdekaan RI ke-73, Khofifah Ingatkan Keberagaman sebagai Penyatu Bangsa

Khofifah menyebut tanpa Islam bukan Indonesia. Begitu juga tanpa agama Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, Konghucu, bukanlah Indonesia.

HUT Kemerdekaan RI ke-73, Khofifah Ingatkan Keberagaman sebagai Penyatu Bangsa
surya/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa memberikan santunan pada para veteran usai upacara bendera di peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-73 di Yayasan Pendidikan Khadijah Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (17/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur terpilih 2019 2024, Khofifah Indar Parawansa, memaknai Hari Kemerdekaan RI dengan mengajak seluruh warga bangsa Indonesia mengingat dan memanggil memori bagaimana Indonesia terbentuk.

Terutama dalam memahami segala keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Mulai keberagaman suku bangsa, bahasa, hingga agama. Hal itu ia sampaikan saat hadir dalam upacara bendera di peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-73 di Yayasan Pendidikan Khadijah Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (17/8/2018).

"Saya ingin memanggil memori kita semua sebagai warga bangsa. Bagaimana Indonesia bisa terbentuk dari berbagai suku bangsa," kata Khofifah.

Dia menyebutkan banyak suku bangsa yang menjadi bagian dari Indonesia. Ada suku Jawa, Sunda, Madura, Batak hingga Papua. Semua adalah bagian dari bangsa Indonesia meskipun berbeda-beda.

"Tanpa Bali bukan Indonesia. Tanpa Jawa bukan Indonesia. Tanpa Papua bukan Indonesia. Tanpa Maluku dan tanpa Manado tanpa Batak bukan Indonesia," ucap Khofifah.

Tidak hanya soal suku bangsa tetapi juga soal agama. Di Indonesia ada banyak agama yang dianut oleh warganya ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, hingga Konghucu.

Dan hal tersebut menjadi keberagaman yang bukan memecahkan melainkan justru menyatukan.

Ia menyebut tanpa Islam bukan Indonesia. Begitu juga tanpa agama Buddha, tanpa Hindu, tanpa Kristen, tanpa Katolik, bukanlah Indonesia.

"Keberagaman ini mari kita sadari kita pahami sebagai bagian dari sunnatullah," ucap Khofifah yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Khadijah ini.

Dalam peringatan hari kemerdekaan ini, ia juga mengingatkan generasi penerus bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

Generasi zaman now juga harus terus menumbuhkan rasa nadionalisme dan menyontoh semangat cinta tanah air pada pahlawan di generasi lampau.

Lantaran sudah merdeka dan tidak perlu berperang, ia meminta anak-anak generasi zaman now untuk menghormati para pejuang dan pahlawan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help