Berita Pasuruan

Pemkot Pasuruan Minta Dukungan Supaya Eks Orang Gangguan Jiwa Diterima Masyarakat

Jambore ini, eks ODGJ mampu menunjukkan rasa percaya dirinya di hadapan orang lain, mandiri dalam melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Pemkot Pasuruan Minta Dukungan Supaya Eks Orang Gangguan Jiwa Diterima Masyarakat
Surya
Wali Kota Pasuruan Setiyono saat menyematkan pin kepada eks ODGJ sebagai tanda dimulainya jambore ODGJ. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan menggelar Jambore Peduli Eks Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Pendopo Surga-Surgi Komplek Rumah Dinas Wali Kota Pasuruan, Kamis (16/8/2018) siang.

Sebanyak 40 eks ODGJ di Kota Pasuruan diajak dalam jambore ini. Selain dihadiri eks ODGJ, acara ini juga dihadiri Tim CMHN (community mental health nurse) Provinsi Jawa Timur, dan narasumber dari fakultas keperawatan jiwa Universitas Brawijaya Malang.

“Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk membantu eks ODGJ agar bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar melalui dukungan ini," kata Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan Nila Wahyuni, kepada Surya, Kamis (16/8/2018).

Dia menjelaskan, harapannya, melalui jambore ini, eks ODGJ mampu menunjukkan rasa percaya dirinya di hadapan orang lain, mandiri dalam melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari, serta mampu menunjukkan salah satu kreativitasnya sesuai kemampuan.

"Eks ODGJ jangan dijauhi, makanya kami latih mereka agar bisa menjalin komunikasi dan kerjasama dengan orang lain. Makanya kami biat jambore ini. Metode jambore ini mulai dari ceramah, interaksi sosial dan game (permainan) dengan dipandu narasumber dari fakultas keperawatan jiwa Universitas Brawijaya Malang," paparnya.

Walikota Pasuruan Setiyono sangat berterima kasih kepada semua yang bekerja keras dan berkontribusi terhadap penanganan ODGJ.

"Karena kontribusi mereka, secara bertahap ODGJ di Kota Pasuruan bertahap akan pulih. Masih ada 438 ODGJ yang masih dalam tahap penyembuhan dan masih dalam penanganan," terangnya.

Dijelaskan dia, ada banyak faktor yang mempengaruhi orang sehat menjadi ODGJ yaitu faktor keluarga, faktor lingkungan dan faktor individu. Jika ODGJ tersebut dipengaruhi faktor individu itu mudah untuk disembuhkan dan jika faktor keturunan itu yang sulit disembuhkan.

Oleh karena itu, ia menyebut semua harus diberi kebebasan berfikir dan jangan sampai tertekan. Diharapkan Dinas Sosial saling koordinasi dengan dokter yang menangani ODGJ untuk menuntaskan program-program penanganan masalah sosial, salah satunya eks ODGJ.

"Tim harus mencari akar permasalahannya selanjutnya kita selesaikan secara bertahap dan kita harus memahaminya, itu tugas bersama," urainya.

Ia juga mengharapkan, eks ODGJ setelah kegiatan ini bisa kembali ke masyarakat dan bisa komunikasi serta interaksi dengan yang lain. Perasaan minder harus dihilangkan dan harus mempunyai pemikiran sembuh dan normal.

"Peran kita mengembalikan ODGJ untuk bisa menyadari pentingnya bersosialisasi sebagai bagian dari ketrampilan kehidupannya (life skill).
Dukungan yang optimal dari berbagai pihak seperti kader kesehatan jiwa dan petugas kesehatan jiwa," tutupnya. (

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved