Berita Sidoarjo

Narapidana Kasus Terorisme Umar Patek : Ingin Sering Dapat Remisi Agar Cepat Bebas

Narapidana kasus terorisme Umar Patek berharap bisa sering mendapat remisi atau keringanan hukuman dari pemerintah.

Narapidana Kasus Terorisme Umar Patek : Ingin Sering Dapat Remisi Agar Cepat Bebas
surya/m taufik
Umar Patek usai menerima SK Remisi jelasnya HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Lapas Porong, Kamis (16/8/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Narapidana kasus terorisme Umar Patek berharap bisa sering mendapat remisi atau keringanan hukuman dari pemerintah.

Dengan seringnya remisi yang didapat, terpidana 20 tahun yang sedang mendekam di Lapas Porong ini berharap bisa cepat bebas dari hukuman.

"Kali ini (Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-73) dapat remisi dua bulan. Sebelumnya, pada lebaran lalu juga dapat (remisi) satu bulan," jawab Umar Patek usai menerima SK remisi di Lapas Porong, Kamis (16/8/2018).

Dia mengaku senang dengan keringanan hukuman yang didapat itu.

Harapannya, ketika ada pemberian remisi, dirinya bisa selalu mendapat keringanan.

"Ya, tentu berharap bisa sering dapat remisi. Agar cepat bebas," sambung pria berjenggot yang sempat menjadi buronan kasus terorisme sejumlah negara tersebut.

Umar Patek usai menerima SK Remisi jelasnya HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Lapas Porong, Kamis (16/8/2018).
Umar Patek usai menerima SK Remisi jelasnya HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Lapas Porong, Kamis (16/8/2018). (surya/m taufik)

Umar Patek dijatuhi vonis 20 tahun penjara pada Juni 2012.

Pengadilan menganggap dia bersalah atas enam tuduhan, termasuk Bom Bali 1 dan keterlibatannya dalam serangan terhadap gereja-gereja pada malam Natal tahun 2000.

Terhitung sudah lebih dari tujuh tahun dia menjalani hukuman atas kasusnya itu.
"Iya, vonis itu sekarang ini saya sudah menjalani selama 7 tahun dan 5 bulan," sambung Umar Patek.

Remisi diberikan kepada Umar Patek karena selama ini dia dinilai baik selama di dalam Lapas.

Halaman
123
Penulis: M Taufik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help