Berita Surabaya

Khofifah Ajak Pusat Studi Kampus Atasi Kemiskinan Pedesaan di Kabupaten Malang

Saya mengajak perguruan tinggi kampus yang terutama memiliki pusat studi pedesaan untuk bisa melakukan aksi lebih dalam mengatasi kemiskinan

Khofifah Ajak Pusat Studi Kampus Atasi Kemiskinan Pedesaan di Kabupaten Malang
surya/fatimatuz zahroh
Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.co.id | MALANG - Data BPS tahun 2017 tentang kemiskinan Jawa Timur menjadi perhatian utama Gubernur Jawa Timur terpilih 2019 2024 Khofifah Indar Parawansa

Pasalnya dari data itu tercatat kemiskinan dari segi kuantitas terbanyak adalah di kabupaten Malang sedangkan kemiskinan dengan persentase tertinggi ada di Sampang.

Oleh sebab itu Khofifah mengajak semua elemen untuk bisa sama-sama bersama-sama mengatasi masalah kemiskinan di titik-titik yang dianggap dalam kemiskinannya

"Saya mengajak perguruan tinggi kampus yang terutama memiliki pusat studi pedesaan untuk bisa melakukan aksi lebih dalam mengatasi kemiskinan terutama di daerah sekitarnya," kata Khofifah, Kamis (16/8/2018).

Ia sempat menyebut Universitas Brawijaya sebagaimana diketahui kampus negeri di Malang tersebut juga memiliki pusat studi pedesaan.

Khofifah berharap ke depan ada strong partnership antara Pemprov Jawa Timur dengan lini kampus untuk bisa sama-sama melakukan zooming agar bisa mengatasi masalah kemiskinan di Kabupaten Malang.

Untuk bisa melihat penyebab permasalahan kemiskinan yang ada di masing-masing kecamatan, RT RW di Kabutapen Malang.

"Saya kemarin juga sempat bertemu dengan Rektor Universitas Brawijaya saya juga tanya-tanya UB sudah melakukan apa untuk mengatasi masalah kemiskinan pedesaan Saya ingin ke depan bisa ada strong partnership lah bersama kampus," ucapnya.

Ia mengajak agar kampus nanti memiliki best practice atau percontohan dalam hal pendampingan pedesaan yang kemiskinannya tinggi.

"Saya ingin nanti ada semacam desa binaan misalnya siapa memegang wilayah desa A, desa B sehingga diharapkan masing-masing wilayah bisa memiliki best practice untuk titik-titik mana saja yang kita bisa menghadapi masalah kemiskinan," urainya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved