Berita Surabaya

Kata Wali Kota Tri Rismaharini Soal Keluhan Sekolah Swasta di Surabaya Sepi Peminat

Menurut Risma, sudah tanggung jawab pemerintah menyediakan layanan pendidikan.

Kata Wali Kota Tri Rismaharini Soal Keluhan Sekolah Swasta di Surabaya Sepi Peminat
surya/pipit maulidiya
Wali Kota Risma di luar ruangan menjawab pertanyaan awak media sebelum akhirnya meninggalkan kantor DPRD Kota Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak tahun ajaran baru 2018-2019 bulan Juli lalu, sejumlah sekolah swasta sempat mengeluhkan sedikitnya siswa yang mendaftar.

Hal ini dikeluhkan karena sekolah negeri terus menambah ruang kelas, untuk siswa baru.

Mendengar hal ini, Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya menegaskan ini bukan salah pemerintah kota (pemkot) Surabaya, karena menjalankan tugasnya.

"Itu kan di Undang-undang 1945 pasal 35 sudah diatur bahwa pendidikan hak semua. Itu (penyediaan sekolah gratis) wajib untuk pelayanan," kata Risma, usai mengikuti acara siaran langsung pidato kenegaraan Presiden RI, di kantir DPRD Kota Surabaya, Kamis (16/8/2018).

Menurut Risma, sudah tanggung jawab pemerintah menyediakan layanan pendidikan. Misalnya jarak sekolah SD dan rumah, jika jarak itu tidak layak maka pemerintah kota dalam hal ini salah.

"Aku sekarang membayar beberapa anak Gunung Anyar karena sekolah jauh dan harus sekolah di swasta, lah yang bayar aku. Masak yang bayari (membayar) aku terus? Tolong jangan dilihat soal itu (kebiakkan pemerintah untuk menambah ruang kelas sekolah negeri), ya swasta harus survive, pemkot juga harus survive," ternag Risma.

Menurut Risma keluhan sekolah swasta tentang kebijakan pemkot untuk menambah ruang kelas di sekolah negeri tidaklah benar. Dia meminta seluruh pihak melihat kondisi masyarakat Surabaya.

Dia juga mengatakan jika selama ini Pemkot Surabaya sudah memberikan Bantuan Operasional Pendidikan (Bopda) untuk swasta.

"Karena kita berikan subsidi yang saman Bopda juga ada di swasta, gedung juga kita beri, tandatangan untuk komputer juga aku sudah beberapa kali untuk sekolah swasta. Sama kita fasilitasinya, tapi kalau masih banyar kalau orang gak mampu terus gimana? Masa aku bayari terus? Kita juga fasilitasi Bopda bukan hanya negeri saja. Tolong jangan dilihat aku tok (pemkot Surabaya), coba lihat audit inspektorat itu tetang sekolah swasta, duitnya mlayu nang ndi (uangnya lari ke mana)," tutup Risma lalu meninggalkan kantor DPRD.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved