Berita PDAM Surabaya

Setiap Detik Air PDAM Surabaya Bocor 3.300 Liter

"Kami masih berjuang keras karena ada 3.300 liter air per detik terbuang karena bocor," ucap Dirut PDAM Surabaya Mujiaman.

Setiap Detik Air PDAM Surabaya Bocor 3.300 Liter
surya/nuraini faiq
 Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo saat meninjau Instalasi pengolahan air PDAM Surya Sembada Surabaya di Ngagel, Selasa (14/8/2018). 

SURYA.colid | SURABAYA - PDAM Surya Sembada Surabaya terus menunjukkan kinerja positif hingga mampu meningkatkan kapasitas dari 9.000 liter per detik menjadi 11.000 liter per detik. Namun ada tantangan besar yang harus dipecahkan yakni kebocoran instalasi pipa.

Pipa sepanjang 6.000 kilomter yang merupakan peninggalan Belanda baru sebagian kecil yang sudah diremajakan.

"Kami masih berjuang keras karena ada 3.300 liter air per detik terbuang karena bocor," ucap Dirut PDAM Surabaya Mujiaman, Selasa (14/8/208).

Penjelasan ini membuat prihatin Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo. Anggota Fraksi Gerindra ini mendesak agar Pemkot Surabaya memberi perhatian kepada BUMD ini. Sebab meski tanpa dukungan APBD, kinerja PDAM Surabaya tergolong baik. 

Ini dibuktikan dengan keterangan Mujiaman yang pada 2017 lalu malah memberikan deviden kepada Pemkot Surabaya sebesar Rp 115 miliar.

"Deviden ini dikembalikan sebagian untuk PDAM dalam peremajaan instalasi pipa," kata Bambang. 

Kebocoran pada instalasi jaringan pipa itu tidak dinyana saat kinerja PDAM itu terus membaik. BUMD ini tak memiliki tanggungan utang apa pun.

Namun memberikan Deviden. Belum lagi saat ini PDAM ini juga sudah mengadopsi sistem digitalisasi dalam merekam jumlah meter pelanggan. 

Bambang Haryo mengapresiasi kinerja PDAM Surabaya yang bisa menjadi percontohan PDAM daerah lain. Dengan memanfaatkan sumber air Kali Brantas dan Umbulan, PDAM Surabaya masuk dalam BUMD yang sehat. 

"Namun terus terang bahwa kami tengah berupaya keras menekan kebocoran air itu. Setiap tahun kami baru bisa remajakan pipa sepanjang 10 KM. Target hingga tahun ini harus sampai 45 KM," kata Mujiaman. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help