Single Focus

Rahmad Mengaku Tak Terpengaruh Adanya Jual Beli Online Hewan Kurban    

Pedagang hewan Kurban konvensional tak pengaruh dengan sistem jual beli hewan Kurban secara online.

Rahmad Mengaku Tak Terpengaruh Adanya Jual Beli Online Hewan Kurban     
surya/nuraini faiq
Petugas memeriksa kesehatan hewan kurban di titik penjualan secara konvensional hewan kurban di Kentintang Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Pedagang hewan Kurban konvensional tak pengaruh dengan sistem jual beli hewan Kurban secara online. Hingga saat ini, penjualan hewan Kurban konvensional masih tetap dicari pembeli. Sebab bisa lihat barang langsung. 

"Ini masalah kepercayaan. Saya bersama teman patungan membuka lapak di sini. Kami sementara tak butuh online. Sebanyak 70 ekor sapi sudah laku," ucap Rahmad Wiyono saat ditemui Selasa (14/8/2018).

Harga sapi di lapak Rahmad di Ketintang dijual antara Rp 12 juta - Rp 30 juta. Hewan Kurban ini didatangkan dari Probolinggo. Dibanding hari raya Kurban tahun lalu, harga tiap ekor sapi naik di kisaran Rp 500.000. 

Rahmad yang selama ini penjual mracang dan Warung nasi ini sudah lima tahun menggeluti bisnis jual hewan Kurban. Setiap tahu selalu bertambah hasil penjualannya. Tahun ini dia bersama koleganya menyediakan 120 ekor sapi. 

Selain dari Probolinggo, sapi juga didatangkan dari Bali. Menurut Rahmad, masyarakat Surabaya masih lebih puas jika dilayani dengan keberadaan lapak di daerahnya. Melihat sendiri hewan yang mau dibeli. 

"Kami tidak memanfaatkan aplikasi. Namun kami hanya memanfaatkan Sosmed dan grup. Kirim foto dan video untuk menunjukkan ke masyarakat," kata Rahmad. 

Sementara itu, penjual hewan Kurban ini mengakui kalau sejumlah sapi ditemukan dalam keadaan terluka. Ini terjadi saat hewan-hewan itu diangkut paksa di atas truk. Saat menaikkan dan menurunkan hewan tidak melalui tangga yang ramah dengan sapi. 

"Kami sepakat bersama rekan menyewa dokter hewan selama menjual hewan hingga 22 Agustus. Ini untuk memberi kepastian kondisi kesehatan hewan," kata Rahmad. 

Meski sudah ada dokter hewan sendiri, pedagang hewan Kurban di Lapak ini senang saat tim dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyidak dan mengecek kondisi kesehatan hewan dagangannya. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help