Berita Gresik

Tersandung Dugaan Korupsi Dana Kapitasi, Kadinkes Gresik Tetap Kerja Seperti Biasa

Kadinkes Gresik yang tersandung dugaan kasus korupsi dana kapitasi terus disorot penyidik Kejari. Namun dia tetap kerja seperti biasa.

Tersandung Dugaan Korupsi Dana Kapitasi, Kadinkes Gresik Tetap Kerja Seperti Biasa
surabaya.tribunnews.com/sugiyono
Suasana di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Senin (13/8/2018) 

SURYA.co.id | GRESIK - Kejaksaan Negeri Gresik terus mengusut dugaan korupsi dana kapitasi atau dana jasa pelayanan pasien. 

Penyidik pidana khusus Kejari Gresik pun telah menggeledah kantor serta rumah Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Nurul Dholam.

Menanggapi dugaan korupsi yang melibatkannya ini, Nurul mengaku hanya bisa pasrah dan berjanji akan kooperatif.

"Kami ikuti proses hukum yang berlaku," kata dr Nurul Dholam, Senin (13/8/2018).

Meski berjanji akan mengikuti proses hukum yang berlaku, Nurul tak meninggalkan tugas pelayanan dan administrasi.

"Saya masuk terus di kantor seperti biasa," imbuhnya.

Kepala seksi (Kasi) Pisdus Kejari Gresik, Andrie Dwi Subianto mengatakan,  besok akan memanggil sejumlah pegawai Dinkes dan Kepala Dinkes. 

Pemanggilan tersebut terkait hasil penggeledahan kantor Dinkes dan rumah pribadi Kepala Dinkes Kabupaten Gresik dr Nurul Dholam.

"Besok baru dipanggil," kata Andrie.

"Besok aja dilihat siapa yang hadir. Ada beberapa pejabat yang kita panggil. Saya tidak ingat satu-persatu," imbuhnya.

Terkait barang bukti hasil penggeledahan, Andrie menyebutkan barang yang dibawa saat penggeledahan ada yang tidak masuk materi perkara dugaan korupsi dana kapitasi. Sehingga barang tersebut dikembalikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik.

"Ada 11 telepon seluler (Ponsel), laptop sama komputer dan beberapa dokumen kami kembalikan karena tidak masuk materi perkara. Yang kami sita sementara hanya harddisk dan beberapa dokumen," katanya.

Baca: Dana Kapitasi BPJS ke Puskesmas Diduga Dipotong Jadi Alasan Kejari Gresik Geledah Dinkes

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help