Berita Mojokerto

Kembali Wakili SMAN 1 Puri Mojokerto pada Olimpiade Sains di  ITS, Rizal Mengaku Tak Punya Laptop

Akhmad Rizal Arifudin mewakili SMAN 1 Puri Mojokertoaa di ajang Olimpiade Sains Bidang Informatika di ITS.

Kembali Wakili SMAN 1 Puri Mojokerto pada Olimpiade Sains di  ITS, Rizal Mengaku Tak Punya Laptop
surya/danendra kusumawardana
Dhini Marliyanti memberi pelatihan Akhmad Rizal Arifudin tentang matematika logika. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Akhmad Rizal Arifudin mewakili SMAN 1 Puri Mojokertoaa di ajang Olimpiade Sains Bidang Informatika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) pada  September 2018.

Sebelumnya Akhmad telah tiga kali mewakili sekolahnya di ajang sama 2016 dan 2017.

"Saya berhasil membawa pulan gelar juara di tiga ajang itu. Juara pertama saya raih pada perlombaan wilayah Kabupaten Mojokerto, serta wilayah kota dan kabupaten Mojokerto. Terakhir saya juara ketiga tingkat provinsi Oliampiade Algoritma dan Programing di Unair," uangkanya, Senin (13/8/2018).

Rizal sapaan akrabnya, menjelaskan, memadukan dua unsur ilmu yakni pemrograman dan matematika logika.

"Kami membaca program pascal dan menghitung secara manual. Kami menggantikan peran komputer yang serba instan. Saat lomba kami diberi waktu 120 menit untuk menyelesaikan 40 soal," jelasnya.

Uniknya, disekolah, Rizal tak pernah terpikir untuk terjun di dunia promrograman dan matematika logika. Sebab, mulanya ia lebih berminat di mendalami ilmu fisika.

"Saya dulu suka dengan pelajaran fisika, tetapi di tengah perjalanan saya merasa tak cocok, dan akhirnya banting stir mendalami ilmu antimainstream pemrograman dan matematika logika," cetus Rizal.

Selain itu, tak ada fasilitas yang mendukung Rizal untuk belajar. Sampai saat ini Rizal tak memiliki komputer ataupun laptop. Tapi dirinya tak patah semangat, karena ia meyakini bahwa fasilitas hanya penunjang saja bukan sebagai penentu nasib. 

"Tak ada laptop saya memanfaatkan gawai untuk mencari cara-cara memprogram dan belajar soal matematika logika di internet. Pertamanya otodidak, di sekolah ada ekskul teknologi dari sana saya diajarkan untuk mempelajari program pascal oleh guru pembimbing dan alumni," ungkap Rizal.

Sedang guru pembimbing matematika logika bernama Dhini Marliyanti menyebutkan, Rizal adalah anak yang tekun belajar dan pandai.

"Rizal awalnya sudah belajar sendiri saya hanya menambah-nambahi soal saja ketika latihan," sebutnya.

Minggu depan, Dhini berencana mengitensifkan melatih Rizal matematika logika. Sebab, Matematika Logika tak cukup mengandalkan rumus saja melainkan juga menggunakan nalar. Ia berharap Rizal bisa membawa pulang gelar keempat.

"Belajarnya seminggu 3 kali. Semoga Rizal bisa juara," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help