Bisnis

Bantu Kembangkan Pertanian Kawasan Timur, Pemerintah Australia Akan Kucurkan Dana Rp 978,5 Miliar

Pemerintah Australia akan mengucurkan dana Rp 978,5 Miliar untuk mendukung pembangunan sektor pertanian di Indonesia Timur selama 5 tahun

Bantu Kembangkan Pertanian Kawasan Timur, Pemerintah Australia Akan Kucurkan Dana Rp 978,5 Miliar
surabaya.tribunnews.com/eben haezer
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox (paling kanan) saat bertemu dengan dua mitra program Prisma di Surabaya, Senin (13/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Australia berencana mengucurkan dana senilai 95 juta dolar Australia atau sekitar Rp 978,5 miliar untuk mendukung pemerintah Indonesia membangun sektor pertanian di kawasan timur selama 2019 hingga 2023.

Dana sebesar itu akan dikucurkan melalui program Prisma (Promoting Rural Income Through Support for Markets in Agriculture).

Program ini merupakan program multiyears yang menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang pemerintah Indonesia di sektor pertanian, untuk mendukung pengembangan ekonomi lewat peningkatan produktivitas, serta akses ke pasar dan inovasi.

Lewat program ini, ribuan petani dan peternak di kawasan Indonesia Timur diberdayakan mulai dari hulu hingga hilir.

Selain mendapat pelatihan-pelatihan pengelolaan komoditas, mereka juga mendapat bantuan bibit unggul serta dibantu dalam hal pembiayaan serta pemasaran produk pascapanen.

Selain melibatkan DFAT (Australian Department of Foreign Affairs and Trade), program ini juga didukung oleh Bappenas RI.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allaster Cox mengatakan, dana 95 juta dolar Australia yang akan dikucurkan mulai 2019 mendatang, lebih besar dari kucuran dana di fase pertama Program Prisma yang telah berlangsung selama 5 tahun dan akan berakhir Desember 2018 mendatang.

Di periode pertama itu, dana program yang dikucurkan mencapai 77 juta dolar Australia atau sekitar Rp793.1 miliar.

"Melihat keberhasilan tahap pertama program Prisma, kami akan melanjutkan ke tahap berikutnya. Akan lebih banyak tempat yang dijangkau dan lebih banyak lagi yang bisa kami kerjakan," kata Allaster Cox di Surabaya setelah bertemu dengan dua perwakilan mitra pelaku usaha pertanian Prisma.

Hingga Juni 2018 saja, melalui program Prisma tahap pertama, sebanyak 220 ribu rumah tangga petani kecil di Indonesia timur telah mengalami kenaikan pendapat sebesar Rp 1,5 triliun.

Belum lagi ditambah dengan value turnover yang diperoleh 122 mitra yang terlibat di program tersebut, yakni sebesar 32,5 juta dolar Australia.

"Prisma dan 122 mitra yang terlibat, berkerja pada 17 sektor komoditas. Kolaborasi yang dilakukan ini telah membantu mencapai perbaikan ekonomi untuk petani. Karena itu kami mendorong penguatan dari kemitraan ini untuk kemajuan industri pertanian di Indonesia serta untuk mewujudkan keuntungan ekonomi yang berkelanjutan bagi setiap pelaku pasar," pungkasnya.

Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved