Single Focus

SmartQurban: Beli Kurban via Online, Gandeng 100 Peternak di Jatim hingga Papua

Konsumen kini makin dimudahkan berbelanja segala macam kebutuhan via online. Salah satunya dikelola Dalu Nuzlul Kirom.

SmartQurban: Beli Kurban via Online, Gandeng 100 Peternak di Jatim hingga Papua
SURYAOnline/Ahmad Zaimul Haq
CEO Ternaknesia Dalu Nuzlul Kirom bersama partner peternak Bojonegoro Aringga Bayu Puspita menunjukkan fitur SmartQurban dalam aplikasi Ternaknesia yang memudahkan pembeli dan menguntungkan peternak lokal, Sabtu (14/7/2018) 

SURYA,co.id | SURABAYA -  Konsumen kini makin dimudahkan berbelanja segala macam kebutuhan via online. Tak terbatas pada kebutuhan sehari-hari, fashion, tetapi juga peralatan elektronik, otomotif hingga properti.

Jelang Hari Raya Idul Adha, pembelian hewan kurban pun dilakukan secara online. Salah satunya yang dikelola Dalu Nuzlul Kirom, CEO Ternaknesia Fam Innovation.

Dalu menuturkan, saat ini masyarakat masih sangat tradisional saat membeli hewan qurban. Yaitu, membeli hewan di kandang atau di pinggir jalan, yang sering mengganggu aktivitas lalu lintas dan estetika jalan.

"Terkadang pembeli hewan kurban juga banyak yang mengalami kesulitan karena tidak memiliki banyak waktu dan informasi harga yang benar mengenai hewan kurban. Itu yang menginisiasi kami meluncurkan SmartQurban ini," ujar lulusan Teknik Elektro ITS ini, pekan lalu.

Di sisi lain, permintaan hewan kurban hampir selalu naik setiap tahunnya. Bahkan bisa sampai 10 persen pertahun. Tingginya permintaan itu, menyebabkan tingginya harga hewan jelang hari raya Idul Adha.

"Namun sayangnya, mahalnya harga itu justru tidak bisa dinikmati secara langsung oleh peternak karena panjangnya rantai distribusi dan penjualan hewan kurban yang justru banyak dimanfaatkan tengkulak," ungkap Dalu.

Kini, melalui aplikasi Ternaknesia, ia menyediakan hewan dari peternak, sekaligus memberikan jaminan akan kualitas hingga distribusi hewan ternak sesuai tujuan. Jaminan berqurban online terpercaya itu, ia terapkan dalam fitur SmartQurban dua bulan terakhir.

Fitur itu merupakan bagian dalam aplikasi Ternaknesia yang ia kembangkan sejak tahun lalu.

"Smartqurban memudahkan masyarakat dalam memesan hewan kurban kapan dan dari mana saja. Termasuk disalurkan ke wilayah terpencil atau dikirim ke alamat yang diinginkan," urai Dalu, pekan lalu.

Hal ini tak lepas dari kerja sama bersama sekitar 100 peternak yang tersebar di berbagai wilayah mulai Sumatra, Kalimantan, Jawa hingga Papua. Meski peternak paling banyak masih didominasi Jawa Timur, khususnya Surabaya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help