Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Larang Pedagang Hewan Kurban Berjualan di Trotoar

Pemkot Surabaya akan menindak tegas penjual hewan Kurban yang berjualan di tepi jalan.

Pemkot Surabaya Larang Pedagang Hewan Kurban Berjualan di Trotoar
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bekerja sama dengan Satpol PP akan menindak tegas penjual hewan Kurban yang berjualan di tepi jalan.

Semua lapak dan kandang hewan Kurban itu akan diratakan tanah jika kedapatan berjualan di fasilitas umum di tepi jalan.

"Pedagang hewan Kurban di fasilitas umum akan langsung kami tindak tegas," kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widiyanto, Minggu (12/8/2018).

Saat ini memang mulai marak pedagang hewan Kurban yang berjualan di tepi jalan umum. 

Mulai dari wilayah Surabaya Selatan hingga Surabaya Utara, Timur dan Barat, terdapat para pedagang hewan Kurban.

Irvan menyatakan, keberadan stan atau lapak hewan kurban yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan bikin kumuh kota akan ditertibkan.

"Secara umum kalau menyewa lahan perorangan asal tidak mengganggu ketertiban dan mengganggu kelancaran jalan silakan. Jika mengganggu permukiman juga akan kami tindak," tandas Irvan.

Dia mendasarkan pada Perda 2/2014 tentang keamanan dan ketetiban umum. Salah satunya adalah melarang para penjual hewan Kurban berjualan di tepi jalan yang merupakan Fasikitas umum. Kecuali lahan atau tempat jualannya adalah lahan sewa bukan fasiltas umum.

Stan Hewan Kurban Tak Dilarang

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya memperbolehkan pedagang berjualan di bedak atau stan pinggir jalan di Surabaya. Syaratnya, stan itu tidak berdiri di atas fasilitas umum dan harus dalam pengawasan dinas.

"Kami bekerja sama dengan Satpol PP untuk mengawasi Keberadaan semua stan hewan Kurban. Stan hewan Kurban tak dilarang karena di kota ini memang tidak ada Pasar Hewan," kata Kepala Dinas DKPP Surabaya Joestamadji.

Biasanya stan atau bedak hewan Kurban digelar di pinggir jalan. Caranya adalah dengan menyewa lahan milik penduduk. Bukan asal menempati lahan tepi jalan. Jika menempati fasilitas umum seperti trotoar akan langsung ditindak petugas Satpol.

"Tidak hanya itu. Pedagang hewan Kurban harus menunjukkan bukti izin pemakaian lahan dari pemiliknya. Mereka juga wajib menjaga ketertiban dan kebersihan lokasi," kata Joestamadji.

Dua instansi di Pemkot itu akan menggelar sweeping dalam rangka pengawasan dan penertiban. Bahkan tidak hanya di wilayah tepi jalan tengah kota. Hingga wilayah kelurahan pun akan ditertibkan jika melanggar ketentuan.

"Kami bersama tim akan melakukan Pemeriksaan hewan Kurban serentak pada besok 14 Agustus 2018. Kami akan cek kondisi kesehatan hewan dan melarang stan di fasilitas umum dan fasilitas sosial," tandas Joestamadji.

Baca: Seminggu Tak Pulang, Ditemukan Tewas di Dekat Bandara Juanda

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help