Berita Sidoarjo

Parkir Berlangganan Dihapus, Juru Parkir di Sidoarjo Bakal Digaji Rp2,5 Juta

Para juru parkir di Sidoarjo bakal mendapat kenaikan gaji dari Rp 800 ribu perbulan jadi Rp2,5 juta perbulan.

Parkir Berlangganan Dihapus, Juru Parkir di Sidoarjo Bakal Digaji Rp2,5 Juta
surabaya.tribunnews.com/m taufik
ilustrasi parkir di Sidoarjo 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sejumlah skenario sedang disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo terkiat rencana pergantian sistem parkir di Kota Delta.

Termasuk rencana menaikkan gaji juru parkir (Jukir) dari sebelumnya Rp 800.000 per bulan menjadi kisaran Rp 2,5 juta setiap bulannya.

Itu dimaksudkan agar Jukir benar-benar hanya menjalankan tugas sebagai tukang parkir. Tanpa memungut apapun dari warga, seperti yang banyak dikeluhkan selama ini.

"Pendapatan Jukir selama ini terbilang kurang. Makanya, dalam rencana perubahan sistem perparkiran ini, gaji Jukir juga direncanakan ada kenaikan," kata Kepala UPT Parkir Dishub Sidoarjo, Feri Prasetio.

Pemkab Sidoarjo dan DPRD Sidoarjo sudah sepakat untuk menghapus parkir berlangganan. Direncanakan mulai awal tahun 2019, bakal diterapkan sistem baru, yakni e-parkir.

Sebelum sistem baru itu benar-benar dilaksanakan, Dishub juga bakal melakukan uji coba. Tahap awal, lokasi yang dipakai uji coba e-parkir adalah sepanjang jalan Gajahmada.

Dalam uji coba nanti, ada beberapa perubahan dilakukan. Lokasi parkir kendaraan roda dua dan roda empat dipisahkan. Mobil ditempatkan di tiga titik. Yakni depan toko gorden hingga toko buku Togamas, depan toko Pelangi hingga apotek Sidoarjo, serta di depan toko Homemart hingga toko Nasir.

Sedangkan parkir roda dua disediakan tiga titik. "Di depan toko Togamas, Jamu Ibu sampai toko emas Ganesha, serta di areal depan apotek 7 hingga apotek Gama," urainya.

Selain itu, juga bakal dilakukan pembatasan jumlah kendaraan yang parkir. Menurut Kepala Disbub Sidoarjo M Bahrul Amig, pembatasan jumlah kendaraan itu fungsinya agar jukir bisa mengamati kendaraan.

"Selain itu agar jalan tidak macet. Sebab keberadaan parkir kerap membuat lalu lintas jalan Gajah Mada tersendat," tukas Amig.

Setelah Jl Gajahmada, uji coba bakal dilanjutkan di titik lain. Utamanya di jalan-jalan protokol di Sidoarjo.

Sambil menunggu sistem baru itu berjalan, Dishub memberlakukan kembali pelayanan parkir sistem karcis. Ini untuk mengisi kekosongan layanan parkir. Sebab, sejak parkir berlangganan dihapus, pemkab belum memberlakukan sistem e-parkir.

Sistem karcis hanya diperuntukkan bagi warga yang belum membayar parkir berlangganan. Bagi warga yang sudah membayar parkir berlangganan, fasilitas itu tetap berlaku sampai akhir 2018.

Kalangan dewan terus memantau perkembangan persiapan sistem baru pengelolaan parkir di Sidoarjo. Mereka berulang kali mewanti-wanti, sistem baru nanti harus lebih baik. Jangan seperti Parkir Berlangganan yang terus menuai protes dari warga sejak ditetapkan 2012 silam hingga akhirnya dihentikan beberapa waktu lalu.

"Intinya pelayanan harus lebih baik. Penataan benar-benar bagus, dan bisa menekan kebocoran-kebocoran pendapatan dari sektor parkir yang sebenarnya cukup besar," kata Ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan.

Baca: Penghapusan Parkir Berlangganan di Sidoarjo Tak Perlu Mengubah Perda

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help