Berita Surabaya

Hadiri Pelantikan ISNU Jatim, Khofifah Sampaikan ini terkait Gus Dur

Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa hadir dalam Pelantikan Pengurus Wilayah ISNU Jatim.

Hadiri Pelantikan ISNU Jatim, Khofifah Sampaikan ini terkait Gus Dur
surya/fatimatuz zahro
Khofifah Indar Parawansa menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, di Hotel Utami, Minggu (12/8/2018). 

SURYA.CO.ID | SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa hadir dalam Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, di Hotel Utami, Minggu (12/8/2018).

Dalam kesempatan yang juga dihadiri oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Pusat ISNU Ali Masykur Musa, dan Ketua ISNU Jatim terpilih Prof Mas'ud Said  itu, Khofifah menyampaikan tentang pentingnya memiliki watak seperti Gus Dur pada anggota ISNU Jawa Timur.

"Yang ingin saya sampaikan adalah bagaimanan menjadikan ISNU berwatak Gus Dur. Dari seluruh personifikasi Gus Dur itu adalah beliau yang selalu berfikir out of the box," kata Khofifah.

Hanya orang yang cerdas, kreatif, berani yang berfikirnya melompat dan out of the box. Pemikiran out of the box ini menurut Khofifah dibutuhkan untuk bisa dikontribusikan ISNU di bagian manapun. Termasuk di Jawa Timur.

Dikatakan Khofifah, saat ini ada 672 profesor di ISNU, selain itu juga ada 6000 doktor. Sehingga mereka yang para pakar ini harus mengambil peran untuk membantu mengatasi peta permasalahan di Jawa Timur.

"Kita ini kan ada petanya kemiskinan dimana. Lalu angka kematian ibu dimana, angka kematian bayi dimana. Saya harap ISNU juga bisa ikut turun berperan dalam bentuk tindakan dan pemikiran," kata Khofifah.

Tidak hanya itu, Khofifah menegaskan bahwa yang butuh dilakukan juga adalah diferisikasi profesi. Dari ratusan guru besar dan doktor yang tergabung dalam ISNU, harus didiversifikasikan profesinya.

Ada yang dalan lingkungan ekonomi, akademik, TNI, Polri bagimana bisa menjadi bagian yang substantif untuk tetap menjaga NU. Dimana masing-masinh profesi itu masih taat dan berpegang teguh pada agama dan NU.

"Begitu juga di birokrasi. Menurut saya NU di birokrasi ini agak berkurang. Di politik lebih dominan. Gimana ISNU ada mengurai ini," tegasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help