Berita Sidoarjo

Peringatan HUT Penerbangan TNI AL Ke-54 Sambil Mengenalkan Sejarah Lanudal Juanda

Bandara Juanda dulunya bernama Pangkalan Udara Angkatan Laut Waru yang biasa disingkat Pualwa

Peringatan HUT Penerbangan TNI AL Ke-54 Sambil Mengenalkan Sejarah Lanudal Juanda
SURYAOnline/M Taufik
Puluhan Komando Wanita Angkatan Laut (Kowal) berkeliling di terminal 1 dan terminal 2 untuk menyapa para penumpang pesawat sambil membagi-bagikan pamflet, Sabtu (11/8/2018) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ada pemandangan berbeda di Bandara Juanda, Sabtu (11/8/2018). Puluhan Komando Wanita Angkatan Laut (Kowal) berkeliling di terminal 1 dan terminal 2 untuk menyapa para penumpang pesawat sambil membagi-bagikan pamflet

Terhitung ada 1.000 lembar pamflet berisi tentang sejarah singkat Lanudal Juanda atau sekarang lebih dikenal Bandara Internasional Juanda, yang dibagi-bagikan oleh para wanita TNI AL itu kepada para penumpang pesawat yang sedang berada di bandara.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT Penerbangan TNI AL ke-54. Bagi-bagi pamflet dimaksudkan untuk menyapa para penumpang sambil mengenalkan sejarah singkat Lanudal Juanda," kata Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Bayu Alisyahbana.

Dijelaskannya, sebagaimana tertulis dalam pamflet, Bandara Juanda dulunya bernama Pangkalan Udara Angkatan Laut Waru yang biasa disingkat Pualwa.

Dan Pualwa sendiri merupakan pengganti dari Pangkalan Udara Angkatan Laut Morokrembangan Surabaya (Pualam), landasan pacu pesawat TNI AL yang melaksanakan operasi Trikora ke Irian Barat.

"Kemudian selama empat tahun dari 1956 sampai 1960, pemerintah membangun run way sepanjang 3 km dengan lebar 45 meter," urainya.

Pada 12 Agustus 1964, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda R E Martadinata memimpin laporan peresmian landasan ke Presiden Ir Soekarno sebagai inspektur upacara.

"Pengambilan nama Bandara Juanda adalah wujud penghormatan kepada Perdana Menteri Ir Djuanda yang berjasa dalam pembangunan bandara ini," tandasnya.

Dalam perkembangannya, Bandara Juanda hingga sekarang menjadi enclave civil atau pangkalan militer yang juga dipakai untuk penerbangan sipil.

Melalui pamflet-pamflet yang disebarkan oleh para anggota TNI AL itu, diharapkan masyarakat lebih banyak yang mengetahui sejarah keberadaan Bandara Juanda.

Penulis: M Taufik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help