Berita Mojokerto

Penyidik: Sekdes Sengaja Hilangkan Jejak Dokumen Terkait Kasus Korupsi Kades Kedungmaling

"Kami menggeledah kantor Desa Kedungmaling, tapi berkas yang kami cari tak kami temukan. Rupanya dokumen itu sengaja disembunyikan"

Penyidik: Sekdes Sengaja Hilangkan Jejak Dokumen Terkait Kasus Korupsi Kades Kedungmaling
ist
Petugas menemukan dokumen di rumah Sekdes Zainul Muklas dan di dua rumah tetangganya yang berlokasi di Desa Kedungmaling 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto melakukan penyidikan terkait kasus korupsi yang menjerat Kepala Desa Kedungmaling Kukuh Suwoko. Penyidikan dilakukan guna melengkapi bukti perkara Kukuh.

Agus Hariono selaku Kasi Pidsus Kejari Mojokerto menjelaskan, Kukuh melakukan tindak korupsi keuangan desa Kedungmaling tahun anggaran 2016.

Kukuh kedapatan membuat 7 proyek fiktif yabg merugikan negara hingga Rp 223.3 juta. Akibat perbuatannya, Kukuh pun harus mendekam di balik jeruji besi. Tersangka ditahan sejak Senin (30/7/2018).

Penyidikan yang dilakukan oleh Kejari tak berjalan mulus. Berkas berupa buku APBDes 2016 dan dokumen penggunaan kas desa ternyata juga tidak ditemukan.

Petugas penyidik Kejari mendatangi kantor desa Kedungmaling untuk melakukan penggeledahan. Sesampainya di sana, petugas mendapati bahwa ruangan kepala desa telah dikosongkan. Tak hanya itu, ruang sekretaris desa yang dijabat oleh M Zainul Muklas kosong pula.

"Kami menggeledah kantor Desa Kedungmaling, tapi berkas yang kami cari tak kami temukan. Rupanya dokumen itu sengaja disembunyikan," terang Agus.

Petugas Kejari tak patah semangat, mereka terus menelusuri keberadaan dokumen-dokumen itu.

"Pasalnya jika dokumen itu ditemukan, kasus dapat dikembangkan ke tersangka lain," ucap Agus.

Usaha petugas Kejari mencari buku APBDes 2016 dan dokumen penggunaan kas desa akhirnya membuahkan hasil.

Kasubsi Penyidikan Kejari Mojokerto Khrisna Lintang Satrio Nugroho mengungkapkan, bukti tertulis korupsi Kades Kedungmaling akhirnya ditemukan di tiga tempat berbeda.

"Berkas tersebut berada di rumah Sekdes Zainul Muklas dan 2 rumah tetangga dekat Sekdes di Desa Kedungmaling," ungkap Khrisna.

Ia melanjutkan, Dari ketiga tempat tersebut pihaknya berhasil menyita 4 karung dokumen. Ternyata dokumen yang petugas buru telah dicampur dengan berkas-berkas keuangan Desa Kedungmaling sejak tahun 2006.

"Nampaknya mereka belajar dari kasus-kasus korupsi kades sebelumnya. Kami selalu melakukan penggeledahan untuk kelanjutan pemeriksaan. Mereka akhirnya melakukan antisipasi untuk menghilangkan barang bukti itu," cetusnya.

Menurut Khrisna, dokumen tersebut sengaja dihilangkan jejaknya oleh Sekdes Kedungmaling. Pihaknya juga menduga ada keterlibatan antara sekdes dengan kepala desa, sehingga ia nekat menyembunyikan dokumen yang di cari petugas Kejari.

"Setelah kami pilah isi keempat karung itu, buku APBDes tahun 2016 yang asli dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan anggaran tahun 2016 diketemukan," paparnya.

Krisna menambahkan, penemuan LPJ keuangan Desa Kedungmaling tahun 2016 mengejutkan penyidik Kejari Mojokerto.

Sebab, Kades Kedungmaling telah menyerahkan LPJ di tahun yang sama (2016) sebelum ditahan. Diduga, LPJ yang baru ditemukan pihaknya saat penggeledahan merupakan dokumen asli.

"Saat ini kami masih bandingkan kedua LPJ itu. Mungkin saja kerugian negara bisa lebih besar dari temuan inspektorat," tambahnya.

Atas temuan ini, pihaknya akan memanggil Sekdes Kedungmaling untuk dimintai keterangan.

"Rencana Senin atau Selasa pekan depan kami panggil, kami akan jemput paksa jika tak mau memenuhi panggilan," tegas Khrisna.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved