Berita Surabaya

Guru Pendidikan Agama Islam Diminta Jadi Milenial yang Berjiwa Entrepreneur

Program kedua di GPAI yang sudah berjalan adalah penguatan akhlak generasi emas Surabaya (Puager).

Guru Pendidikan Agama Islam Diminta Jadi Milenial yang Berjiwa Entrepreneur
surya/sulvi sofiana
Ratusan Guru Pendidikan Agama Islam Surabaya hadir dalam silaturahmi dan talkshow Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII)di Graha Widya SMPN 26 Surabaya, Sabtu (11/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk menghadapi tantangan di masa depan khususnya bagian anak muda yang sekarang tak lepas dari teknologi, Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Kota Surabaya dituntut untuk menjadi milenial.

Jadi GPAI bukan hanya pandai dalam memberikan pembelajaran di sekolah maupun madrasah.

Mereka diminta berkembang menjadi guru milenial yang berjiwa entrepreneur.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, Ikhsan mengungkapkan GPAI harus bisa mengikuti tren yang diminati anak muda.

Seperti GPAI Kota Surabaya yang hampir dua tahun ini melaksanakan program-program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Di antaranya program jamaah ngaji khataman Quran (Jangkar).

“Setelah ashar GPAI Surabaya mengadakan khataman di masjid kantor dinas. Ternyata kemudian Jangkar berkembang di masing-masing sekolah,” ungkapnya dalam silaturahmi dan talkshow Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII)di Graha Widya SMPN 26 Surabaya, Sabtu (11/8/2018).

Sebanyak 467 GPAI dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK hadir dalam kegiatan tersebut.

Ikhsan pun menjelaskan filosofi dari program Jangkar, untuk menenangkan hati para pengajar.

Program kedua di GPAI yang sudah berjalan adalah penguatan akhlak generasi emas Surabaya (Puager).

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help