Berita Banyuwangi

Banyuwangi Target 50.000 Pengunjung Studi Birokrasi Tahun Ini

Tahun ini Pemkab Banyuwangi menargetkan 50.000 orang datang ke Banyuwangi untuk kunjungan studi birokrasi.

Banyuwangi Target 50.000 Pengunjung Studi Birokrasi Tahun Ini
Bupati Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat, Irdinansyah Tarmizi. Irdinansyah, memboyong seluruh camat dan kepala dinas, melihat langsung penerapan sistem birokrasi di Pemerintahan Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang sering menjadi tujuan studi birokrasi.

Berbagai intansi, mulai pemerintah kabupaten/kota, provinsi, kementerian, dan berbagai instansi lainnya datang untuk mempelajari sistem birokrasi yang diterapkan Banyuwangi.

Tahun ini Pemkab Banyuwangi menargetkan 50.000 orang datang ke Banyuwangi untuk kunjungan studi birokrasi.

Pada 2017 lalu, berdasarkan data terdapat 39.000 orang datang ke Banyuwangi untuk studi birokrasi.

Jumlah tersebut turut mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.
Tahun lalu jumlah wisatawan yang datang ke Banyuwangi sekitar 4,8 juta.

"Kunjungan studi birokrasi itu telah menambah jumlah kunjungan ke Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Sabtu (11/8/2018).

Mal Pelayanan Publik (MPP) Banyuwangi, menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi oleh berbagai instansi.

Selain MPP, juga beberapa desa, seperti Desa Kampung Anyar, Tamansari, dan lainnya, juga sering menjadi jujugan untuk belajar program Smart Kampung.

"Dengan banyaknya kunjungan birokrasi ini, membuat Banyuwangi tidak pernah sepi, karena mereka biasanya datang di hari aktif, Senin hingga Jumat," kata Anas.

Banyuwangi menjadi daya tarik studi birokrasi, karena mendapat berbagai penghargaan dan inovasi di bidang pelayanan publik.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved