Berita DPRD Surabaya

Tangis Haru Veteran Pejuang Warnai Penolakan Perubahan Jl Gunungsari Surabaya di Gedung Dewan 

Tangis haru para veteran pejuang Tentara Republik Indonesia Pelajar (Mastrip) pecah saat mereka menolak perubahan nama jalan di Kota Surabaya.

Tangis Haru Veteran Pejuang Warnai Penolakan Perubahan Jl Gunungsari Surabaya di Gedung Dewan 
surya/nuraini faiq
Para pejuang veteran dari Mas Tentara Republik Indonesia Pelajar (Mastrip) menangis haru di ruang Komisi D DPRD Surabaya yang ditemui mantan Ketua Pansus Perubahan Nama Jalan, Fathcul Muid, Jumat (10/8/2018).   

SURYA.co.id | SURABAYA - Tangis haru para veteran pejuang Tentara Republik Indonesia Pelajar (Mastrip) pecah saat mereka menolak perubahan nama jalan di Kota Surabaya, Jumat (10/8/2018). Di dalam gedung DPRD, mereka yang sudah usia sepuh menyuarakan penolakan mereka dengan suara lirih. 

Sisa-sisa energi sang kakek itu mampu menyuarakan dengan lantang keinginan mereka menolak Jl Gunungsari. "Tidak usah dikait-kaitkan dengan rekonsiliasi sejarah kerajaan. Jl Gunungsari itu ada penuh perjuangan. Sekarang mau diganti," kata Muharjo.

Kakek yang jalannya sudah dipapah itu membuat rekan mereka terharu. Muharjo yang menjadi pelaku sejarah terbentuknya Jl Gunungsari itu tetap tak terima jika jalan diganti menjadi Jl Prabu Siliwangi. 

 "Hanya digandeng-gandengkan saja seolah Kerajaan Sunda dan Jawa tak ketemu. Tak ada sentimen sejarah apa pun," tambah Marbai, veteran Mastrip yang lain yang seusia. 

 Para lelaku sejarah kemerdekaan ini bergantian menceritakan sejarah terbentuknya Jl Gunungsari. Yang merupakan benteng pertahanan perjuangan bangsa Indonesia di zaman penjajahan. 

 Mereka menceritakan sejarah dan mengaitkannya dengan perubahan nama jalan itu dengan penuh penyesalan. Mereka juga menyinggung bahwa Jl Guhungsari itu dibayar dengan darah dan nyawa. 

 Ini yang bikin suasana menjadi haru biru. Apalagi sang kakek Muharjo yang sudah berusia 80 tahun lebih bersuara lirih meski sudah dengan kekuatan penuh. "Matamu sing melek. Kupingmu dibuka," ucapnya di hadapan satu anggota dewan. 

Sebanyak 20 anggota Mastrip Jatim sengaja mendatangi Komisi D DPRD Surabaya. Namun mereka kaget karena anggota Mastrip itu hanya diterima satu anggota DPRD Fathul Muid. Hingga pukul 15.00 tadi, pertemuan masih berlangsung.

 "Saya sependapat dengan Bapak Ibu semua. Saya juga menolak sehingga saya tepaksa mengundurkan diri dari Ketua Pansus. Ini bukti kami sepemikiran dengan Bapak Ibu semua," kata Muid.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help