Kilas Balik

Soekarno-Hatta dapat Undangan 'Aneh' dari Jepang – Diangkut Pesawat Militer, Terjadi Hal Tak Terduga

Pada bulan November 1943, Soekarno-Hatta mendapat undangan 'aneh' dari penjajah jepang. Mereka diundang menemui Kaisar Hirohito, begini kisahnya!

Soekarno-Hatta dapat Undangan 'Aneh' dari Jepang – Diangkut Pesawat Militer, Terjadi Hal Tak Terduga
istimewa
Soekarno Hatta 

SURYA.co.id - Pada bulan November 1943, pasangan calon pemimpin Indonesia, Soekarno (Bung Karno) dan Mohammad Hatta (Bung Hatta) diundang ke Jepang untuk menemui Tenno Heika alias Kaisar Hirohito.

Seperti dilansir oleh Intisari dari buku 'Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia' tulisan Cindy Adams yang diterbitkan Media Pressindo tahun 2014.

Undangan itu dianggap ‘aneh’ karena pemimpin negara jajahan tak biasanya sampai diundang oleh Kaisar Jepang, yang notabene dianggap dewa oleh rakyat Jepang

Hal itu tentu saja membuat rekan-rekan seperjuangan Soekarno curiga.

Mereka sangat khawatir karena mendengar desas-desus, saat pemimpin negara jajahan yang diundang Kaisar Jepang, jika Kaisar tidak berkenan bisa ‘diselesaikan’ saat itu juga dengan cara kejam.

Misalnya, pemimpin yang tidak dikehendaki itu bisa langsung dilempar dari pesawat yang sedang di atas lautan sehingga tidak ketahuan rimbanya.

Meski diwarnai dengan kekhawatiran yang bermacam-macam, Bung Karno dan Bung Hatta akhirnya tetap berangkat ke Jepang dengan diangkut pesawat militer Jepang.

Ketika sudah tiba di Jepang, selama 17 hari Bung Karno dan Bung Hatta justru disambut dan diperlakukan sebagai tamu terhormat serta dibawa berkeliling ke kota-kota Jepang.

Rupanya pemerintah Kekaisaran Jepang sengaja memperlakukan Bung Hatta dan Bung Karno dengan baik, agar keduanya sebagai pemimpin Indonesia bersedia membantu Jepang yang saat itu makin terdesak oleh pasukan sekutu.

Untuk bertemu Kaisar Hirohito, baik Bung Karno dan Bung Hatta juga dipersiapkan secara khusus sehingga sampai hafal betul tata cara saat bertemu kaisar.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help