Berita Gresik

Setelah 32 Kepala Puskesmas, Giliran Kedinkes Gresik akan Diperiksa Jaksa terkait Dugaan Korupsi

Setelah memeriksa 32 Kepala Puskesmas dan bendaharanya, Kejari Gresik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Kesehatan Gresik.

Setelah 32 Kepala Puskesmas, Giliran Kedinkes Gresik akan Diperiksa Jaksa terkait Dugaan Korupsi
surya/sugiyono
Sejumlah Kapuskesmas dan bendahara menunggu giliran pemeriksaan di Kejari Gresik, Jumat (10/11/2018). 

Surya/Moch Sugiyono
DIPERIKSA - Kepala dan Bendahara Puskesmas menunggu pemeriksaan di ruang penyidik Pidsus Kerjari Gresik, Jumat (10/8/2018).

SURYA.co.id | GRESIK - Setelah memeriksa 32 Kepala Puskesmas dan bendaharanya, Kejari Gresik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Kesehatan Gresik.

Pemeriksaan tersebut terkait dugaan korupsi dana kapitasi atau dana jasa pelayanan pasien.

Dalam perkara ini penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik menyebut ada dugaan korupsi Rp 500 juta lebih.

Pemeriksaan Kepala Puskesmas dan Bendahara berlangsung pada Kamis (9/8/2018) sampai Jumat (10/8/2018).

Secara bergantian Kepala dan Bendahara Puskesmas menunggu sambil duduk di kursi ruang tunggu.

Secara bersama-sama mereka masuk ke ruang penyidik Pidsus Kerjari Gresik. Setelah itu, mereka berada di dalam ruang penyidikan selama berjam-jam menjalani pemeriksaan terkait dugaan korupsi dana kapitasi dari BPJS Kesehatan ke Puskesmas se Kabupaten Gresik.

Namun, setelah selesai menjalani pemeriksaan, para Kepala dan Bendahara Puskesmas semuanya memilih diam sambil menutup wajah dan mulut dengan perlengkapan seadanya.

Ada yang sudah menyiapkan masker dan menutup dengan berkas. Bahkan, para jurnalis mengejar sampai lokasi parkir mobil kantor Kejari Gresik yang jaraknya hanya puluhan meter mereka masih tetap diam untuk menjelaskan kedatangan ke kantor Kejari Gresik.

Bahkan, kedatangan mereka juga tetap mengendarai mobil pribadi. Tidak membawa mobil operasional Puskesmas Toyota kijang Innova yang baru diberi Pemkab Gresik pada tahun 2017.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help