Berita Jember

Salahi Izin Tinggal, Kantor Imigrasi Jember Deportasi 3 WNA. Satu Dicekal Karena Hal Ini

Atas temuan pelanggaran itu Kartana menegaskan, perlu dilakukan tindakan tegas administratif berupa deportasi.

Salahi Izin Tinggal, Kantor Imigrasi Jember Deportasi 3 WNA. Satu Dicekal Karena Hal Ini
surya/erwin wicaksono
Dua orang WNA (menghadap belakang) asal Thailand yang akan dideportasi saat berada di Kantor Imigrasi Kelas II Jember, Jum'at (10/8/2018) 

SURYA.co.id | JEMBER - Seorang WNA asal Jerman Daniela Hempel dan dua WNA Thailand masing-masing bernama Kusoi Kuna dan Al Imron Sa Mae, resmi dideportasi oleh Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Jember,  Jum'at (10/8/2018). Ketiganya terbukti melanggar izin tinggal.

"Kami deportasi karena menyalahi izin tinggal," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Jember, Kartana.

Deportasi ini berawal dari laporan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), diketahui ada 3 WNA yang melanggar batas izin tinggal dan tidak melengkapi dokumen dengan lengkap. 

Daniela Hempel masuk wilayah Indonesia secara legal melalui Bandar Udara Soekarno Hatta Jakarta 27 Juni 2017 dengan menggunakan visa izin tinggal kunjungan.

Petugas menciduk wanita berkulit putih itu, saat berada di kediamannya yang berada di Licin, Kabupaten Banyuwangi.

“Namun ternyata, dia di sana mengelola tempat wisata rumah pohon bernama ‘Ijen Shelter’ yang disewakan kepada wisatawan lokal dan asing, namun berkunjung ke Indonesia dengan visa kunjungan,” tambah Kartana.

Sedangkan Kusoi Kuna dan Al Imron Sa Mae datang ke Indonesia secara bersamaan melalui Bandar Udara Juanda Surabaya pada tanggal pada tanggal 17 Juli 2017.

“Untuk WN Thailand ini selama tinggal di Indonesia, berada di Pondok Pesantren Wali Songo, Situbondo untuk mengikuti kegiatan pendidikan. Namun saat tiba di pondok, keduanya menyerahkan dokumen paspornya kepada pengasuh pondok, sehingga tidak tahu jika izin tinggalnya berakhir keduanya diketahui overstay (melebihi izin tinggal) selama 327 hari," papar Kartana.

Atas temuan pelanggaran itu Kartana menegaskan, perlu dilakukan tindakan tegas administratif berupa deportasi.

Untuk kasus yang dialami Daniela Hempel,  Kartana menyebut wanita asing itu melanggar Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.

Daniela perlu diamankan karena sesuai isi pasal dikhawatirkan membahayakan kemanan dan ketertiban umum setempat.

"Untuk itu tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi dan pencekalan dikenakan kepada yang WN yang bersangkutan,” pungkas Kartana.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help