Punya Harta Rp 4,3 Triliun Sandiaga Uno Awalnya Ogah Masuk Politik, Luluh Gara-gara Wanita Ini

Darah politik mengalir di tubuh Sandiaga Salahuddin Uno, dari sang kakek Abdul Uno.Butuh waktu lama sampai akhirnya ia berpolitik.

Punya Harta Rp 4,3 Triliun Sandiaga Uno Awalnya Ogah Masuk Politik, Luluh Gara-gara Wanita Ini
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bacawapres Sandiaga Uno tiba di gedung KPU Jakarta untuk melakukan pendaftaran Pilpres 2019 bersama Prabowo Subianto, Jumat (10/8/2018). 

Itu yang menarik yang dia sampaikan. Di sini saya yakin dia punya penciuman politik yang luar biasa,” ujar Sandiaga Uno.

Tapi Prabowo Subianto meyakinkannya dan memberi waktu 3 bulan untuk memelajari segala sesuatunya.

Akhirnya pada akhir Maret 2016 Sandiaga Uno punya gambaran bahwa dirinya punya peluang di Jakarta, setelah turun di 257 kelurahan.

“Saya sampaikan beliau bahwa ada peluangnya. Sebab ternyata isu di Jakarta adalah isu ekonomi lapangan pekerjaan, harga bahan pokok, dan pendidikan.

Kalau lapangan kerja saya bisa. Tapi yang ketiga ini saya belum punya jawabannya, tentang pendidikan.

Saya memang dari keluarga pendidkan, tapi orang tahu saya ini seorang pengusaha, bukan pendidik,” kata Sandiaga Uno.

Prabowo Subianto kemudian memberi Sandiaga Uno kesempatan, dengan syarat elektabilitasnya harusnya naik sampai angka 20 persen, dan popularitasnya naik di atas 40 persen.

Sejak itulah Sandiaga Uno turun dari kelurahan ke kelurahan, sampai total dia memecahkan rekor Muri sebagai kandidat yang turun ke paling banyak lokasi masyarakat, yakni 1.300 lokasi.

Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno (baju biru) saat ditemui warga di Balai Kota Monas Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017).
Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno (baju biru) saat ditemui warga di Balai Kota Monas Jakarta Pusat, Jumat (3/11/2017). (Tribunnews.com/Rina Ayu)

Jadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta

Antara Juni-Juli 2016 Sandiaga Uno bisa memenuhi syarat dari Prabowo Subianto, dan akhirnya dia dipilih menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Gerindra.

Sandiaga Uno agak kaget dia terpilih, karena sebenarnya ada 2 kandidat lain yang amat dekat dengan Prabowo Subianto.

“Itu dia (Prabowo) tuangkan dalam surat tugas untuk membangun koalisi untuk mencalonkan. Karena Gerindra kan waktu itu nggak cukup kursinya. Kita hanya punya 15, padahal kita butuh 22 kursi. Dan saya ditugaskan,” kata Sandiaga Uno .

Sejak itu Sandiaga Uno mulai membangun. Singkat cerita, akhirnya Sandiaga Uno hanya bisa meyakinkan PKS, karena ternyata partai lain punya calonnya sendiri-sendiri.

Menjadi dilematis, kata Sandiaga Uno, ketika itu Gerindra dan PKS menginginkan dirinya yang menjadi calon gubernur.

“Tapi karena saya lihat saya punya saingan 2 saingan yang super kuat, memiliki jaringan yang teramat dahsyat, dan punya jaringan yang melimpah, saya tawarkan varian baru ke Pak Prabowo dan Sohibul Iman.

Bahwa untuk memastikan kita memiliki daya saing yang lebih, kita perlu tokoh baru, dan itu yang saya bawa Anies Baswedan. Saya bawa Anies Baswedan, saya perkenalkan, karena tadi satu topik yang saya nggak bisa, pendidikan. Karena saya yakin 3 isu ini konsisten,” ujar Sandiaga Uno.

Ketika itu Prabowo Subianto sempat kaget karena justru Anies Baswedan yang menjadi calon gubernur, dan Sandiaga Uno justru menjadi wakil gubernurnya.

“Saya yang menawarkan Pak Anies menjadi nomor satu. Kan nggak pantes mantan menteri menjadi wakil gubernur,” kata Sandiaga Uno.

Anies Baswedan sempat ragu dengan usul Sandiaga Uno. Sebab di tahun 2014 Anies Baswedan menjadi juru bicara Joko Widodo.

“Saya bilang itu tanggungjawab saya, biarkan saya meyakinkan Pak Prabowo,” kata Sandiaga Uno kepada Anies Baswedan, pada saat itu.

Namun Prabowo Subianto sangat rasional, dan setuju dengan pilihan Sandiaga Uno.

“Ya singkat cerita saya bisa meyakinkan Pak Prabowo. Awalnya dia juga sampai kaget kok saya jadi nomor 2.

Kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berpose bersama moderator debat Ira Koesno usai Debat Publik Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan 19 April 2017 mendatang.
Kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berpose bersama moderator debat Ira Koesno usai Debat Publik Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017). Pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan 19 April 2017 mendatang. (kompas.com/kristianto Purnomo)

Ya itu saya bilang kita ingin punya peluang untuk menang, atau mau jago-jagoan saja. Kalau mau jago-jagoaan aja gpp.

Pak Anies nggak perlu ada di sini kita hanya ikut konstetasi jago-jagoan. Pak Prabowo bilang saya ingin menang. Saya bilang oke serahkan ke saya keputusannya,” kata Sandiaga Uno.

Dari situlah akhirnya Anies Baswedan secara mendadak menjadi calon Gubernur DKI yang kemudian terpilih bersama Sandiaga Uno.

Dianggap Tak Utang

Sandiaga Uno mengaku mengambil prosentase di atas 90 persen pendanaan untuk Pilkada DKI 2017.

Menuru Sandiaga Uno, politik bisa tidak kotor kalau fokus dalam niat, dan kedua harus dipastikan tak berutang sama siapapun dalam mencapai konstetasi itu.

“Dan kebetulan saya mendapat kesempatan untuk membiayai lebih dari 90 persen. Saya nggak utang sama sekali. Dan saya udah sampaikan ke Pak Anies , Mas Anies ini amanah dari masyarkat Jakarta, mari kita tunaikan dengan sebaik-baiknya,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno pun mengaku Anies Baswedan sama sekali tak berutang kepadanya. Dan dia pun sama sekali merasa Anies Baswedan tak punya utang kepadanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno melakukan sesi pemotretan menggunakan baju dinas di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017). Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melakukan fitting baju dinas dan melakukan sesi pemotretan jelang pelantikannya pada 16 oktober mendatang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno melakukan sesi pemotretan menggunakan baju dinas di Kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017). Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melakukan fitting baju dinas dan melakukan sesi pemotretan jelang pelantikannya pada 16 oktober mendatang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (tribunnews)

Sandiaga Uno mengungkapkan itu ketika ditanya Jaya Suprana soal apakah Anies dianggap berutang olehnya.

“Nggak, saya udah bilang ini sudah selesai kontestasinya, dan secara ikhlas saya bermitra dengan Mas Anies. Dan yang kita berutang sekarang bukan kepada saya, tapi kepada warga Jakarta.

Itu kita berutang bahwa kita memberikan janji dan ini yang harus kita tunaikan, karena janji adalah utang,” kata Sandiaga Uno menjawab pertanyaan Jaya Suprana.

Akankah kekompakan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga terlihat pada Pilpres 2019 nanti? (*)

Editor: Tri Mulyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved