Penetrasi Pengguna Internet Tahun 2018 Diprediksi Tumbuh Hingga 60 Persen

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memprediksi pertumbuhan penetrasi pengguna internet di Indonesia tumbuh hingga 60 persen

Penetrasi Pengguna Internet Tahun 2018 Diprediksi Tumbuh Hingga 60 Persen
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penetrasi pengguna internet di Indonesia terus tumbuh dengan adanya peningkatan konten internet. Hal itu juga mendorong pemerintah maupun swasta tertarik melakukan investasi pembangunan infrastruktur berupa jaringan pendukung maupun penyedia internet.

Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2017, penetrasi pengguna internet sebesar 54,68 persen atau 143,26 juta jiwa dari total populasi penduduk Indonesia. Sementara jumlah pengguna internet di 2016 sebesar 132,7 juta jiwa.

“APJII targetkan sampai akhir 2018, tingkat penetrasi pengguna internet bisa mencapai 60 persen. Penetrasi pengguna internet berdasarkan karakter kota atau kabupaten, tertinggi ada di wilayah urban, wilayah rural-urban 49,49 persen dan terendah wilayah rural 48,25 persen,”kata Jamalul Izza, Ketua Umum APJII Pusat di sela Musyawarah Wilayah (Muswil) APJII Jawa Timur 2018 di Surabaya, Jumat (10/8/2018).

Dalam hasil survey tersebut juga menyebutkan komposisi pengguna internet berdasarkan jenis kelamin, mayoritas laki-laki 51,43 persen dan perempuan 48,57 persen. Sedangkan komposisi pengguna internet berdasarkan usia, terbanyak di rentang usia 19-34 tahun (49,52 persen).

”Sedangkan penetrasi pengguna internet berdasar usia tertinggi di rentang usia 13-18 tahun sebesar 75,50 persen. Untuk perangkat yang dipakai mengakses internet komputer atau laptop pribadi 4,49 persen, smartphone atau tablet pribadi 44,16 persen, menggunakan keduanya 39,28 persen dan lainnya 12,07 persen,” jelas Jamalul.

Saat ini APJII juga terus mendorong agar pengguna internet di tanah air bertambah.

APJII juga mendorong pertumbuhan konten lokal. Jika semakin banyak konten lokal maka akan ada pemasukan pajak ke negara dan penggunaan konten lokal juga ikut meningkat.

"Tahun lalu pengakses konten lokal hanya 30 persen dan saat ini naik menjadi 45 persen. Untuk menumbuhkan konten lokal, pemerintah perlu terlibat di dalamnya," jelas Jamalul.

Selama ini cukup banyak konten lokal yang bagus namun tidak bisa berkembang karena kekurangan finansial. Memang ada sejumlah konten lokal yang bisa besar, itupun ketika didanai oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Gojek dan Bukalapak.

Terkait dengan Muswil APJII Jawa Timur, Jamalul menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang digelar 3 tahun sekali setelah 90 hari Munas. Muswil untuk memilih ketua dan pengurus yang baru. APJII sendiri memiliki 12 wilayah dan ada yang melakukan Muswil serentak.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help