Fashion

Monochrome Black and White yang Simpel dan Seksi

Busana simpel dan multifungsi dengan balutan warna minimalis atau monochrome menjadi pilihan pakaian masyarakat urban.

Monochrome Black and White yang Simpel dan Seksi
surabaya.tribunnews.com/sudharma adi

SURYA.co.id | SURABAYA - Busana simpel dan multifungsi dengan balutan warna minimalis atau monochrome  menjadi pilihan pakaian masyarakat urban.

Ini yang membuat desainer Catherine Njoo memunculkan busana terbarunya dengan tema Monochrome Black and White.

Desainer terkemuka dari Surabaya ini menuturkan, saat ini banyak orang, terutama kaum hawa, yang ingin punya busana modis tapi simpel, sehingga bisa dipadupadankan di semua kondisi.

“Mereka ingin punya busana yang mudah dipadukan, baik ketika saat bekerja maupun saat ke pesta. Mereka ingin punya busana mix and match, sehingga tak perlu harus menenteng banyak baju ketika ada acara berbeda dalam sehari,” paparnya, Jumat (10/8).

Dengan konsep busana yang simpel tapi tetap modis dan elegan, ada 12 busana bertema Monochrome Black and White yang dibuatnya. Konsep simpel tak hanya pada fungsi busana, tapi juga pada warna, dimana hitam dan putih jadi corak utama. Warna monochrome ini juga dipilih agar memudahkan mix and match baju pada acara berbeda.

“Seperti rompi yang dibuat dua warna, putih dan hitam. Saat menghadiri lebih dari dua acara, ini bisa dikombinasi dengan kaos yang monochrome pula,” katanya.

Untuk bahan yang dipakai, dia menggunakan beberapa jenis seperti satin dan scuba pada kaos atau baju, dan kain organdi pada bagian bawahan dan rok. Kain scuba adalah kain berserat halus dan lembut dengan ketebalan 1-3 mm. Sedangkan kain satin adalah sejenis sutra yang ditenun memakai teknik serat filamen, sehingga permukaan tampak mengkilap. Perpaduan jenis kain ini ditambah organdi, membuat si pemakai jadi nyaman dan tak membuat gerah.

“Saya memilih jenis kain ini karena ringan dan enak dipakai serta tak panas. Apalagi hidup di daerah panas, tentu butuh kain yang ringan tapi adem,” ujarnya.

Adapun potongan atau cutting yang dipakai kebanyakan adalah outer dress dengan warna hitam dan putih, sehingga mudah dipadupadankan. Pada bawahan atau rok sebagian menggunakan asimetri dress dimana pada bagian depan potongannya lebih tinggi daripada bagian belakang.

Sedangkan karena busana ini multifungsi, maka baju itu bisa digunakan dan dikombinasi dengan baju lain. Ada juga kaos lengan panjang yang unisex atau bisa dipakai kaum hawa dan adam. Busana ini juga tak mengenal usia, karena dari remaja hingga usia 50 tahunan, masih cocok memakai busana ini. “Ini juga layak dipakai pada acara apapun, mulai formal hingga pesta,” terangnya.

Sementara itu, untuk aksesoris, baginya ini adalah kunci membuat busana bisa mix and match. Makanya, dia memadukan busana dengan sepatu high heel dan sandal. Untuk high heel biasanya dipakai acara semi formal dan pesta pernikahan.

“Sedangkan sandal biasanya dipakai untuk kegiatan jalan-jalan,” katanya.

Selain sepatu, aksesoris lain seperti topi lebar juga cocok untuk kaum hawa yang memakai busana untuk acara outdoor atau rekreasi. “Yang pasti, busana ini cocok untuk acara out door dan in door. Ditambah dengan topi, maka tampilan lebih simpel dan seksi,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help