Berita Surabaya

Mau Bangun Tempat Usaha di Surabaya, Perhatikan Poin-poin Berikut . . . 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya sidak salah satu rumah, di daerah Pakuwon City, Jalan Keputih Surabaya, Jumat (10/8/2018).

Mau Bangun Tempat Usaha di Surabaya, Perhatikan Poin-poin Berikut . . . 
surya/pipit maulidiya
Ali Murtadlo (batik biru) saat mengecek IMB dengan fakfa bangunan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya sidak salah satu rumah, di daerah Pakuwon City, Jalan Keputih Surabaya, Jumat (10/8/2018).

Sidak ini atas  aduan masyarakat sekitar terkait bangunan rumah usaha di area perumahan, yang tidak sesuai.

Kabid Pengawasa dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Ali Murtadlo memimpin langsung sidak kali ini.

Dia menjelaskan sidak dilakukan setelah sebelumnya pemilik rumah usaha cuci mobil tersebut diperingatkan.

"Sebelumnya sudah kami beritahu jika Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan fungsi bangunan ini tidak sesuai, padahal menurut IMB usaha jual sparepart. Untuk itu segala aktivitasnya harus dihentikan sampai pembaruan izin, karena kalau memang untuk usaha cuci mobil harus ada izin lingkungan dan sesuai IMB," katanya tegas.

Belum sampai mengecek soal lingkungan, Ali mengatakan jika bangunan tersebut tidak sesuai IMB rumah usaha.

Dia menjelaskan pendirian rumah usaha sudah diatur Pemerintah Kota Surabaya, dan ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan.

Pertama, pemanfaatan lahan untuk usaha maksimal 50 persen dari Koefisien Dasar Bangunan (KDB), apabila hasil perhitungan tersebut melebihi 300 meter persegi maka lahan yang diijinkan untuk usaha maksimal 300 meter persegi dan sisanya untuk rumah tinggal.

"Namun kita bisa lihat sendiri tanah seluas 646,7 meter persegi ini hanya digunakan sebagai usaha saja. Kalau kondisi tetap seperti ini tidak bisa. Sebenarnya boleh untuk usaha, tapi dilihat lagi ketentuan detail IMB-nya," terang Ali.

Ke dua yabg harus diperhatikan, selain pembagian antara lahan untuk usaha dan lahan tempat tinggal, di dalam IMB juga sudah dijelaskan rumah usaha atau home industri makanan/minuman, cuci motor, laudry, pengepakan, percetakan, konveksi, pemotongan hewan dan sejenisnya diatur Perwali no 52 tahun 2007. Yaitu sesuai rekomendasi lingkungan serta mempertimbangkan dampak lingkungan.

Ketiga, menyediakan instalasi pengolahan limbah yang sesuai. Keempat jika eksisting tidak sesuai maka pemilik bangunan harus menyesuaikan bangunannya dengan ketentuan rumah usaha atau tidak dapat dikeluarkan IMB.

"Jadi semuanya sudah diatur, untuk rumah usaha. Bukan tidak boleh," tutup Ali.

Daniel, selaku pemilik bangunan mengatakan dia sudah mengantongi semua izin yang diperlukan. Namun, ternyata kondisi rumah usahanya itu tidak sesuai dengan aturan pemerintah kota Surabaya.

"Ya kami minta waktu untuk mengurusnya. Kemarin waktu peringatan pertama kami sudah menonaktifkan pekerja, dan cuci mobil juga tutup sementara. Nanti diurus lagi seperti apa," kata Daniel memohon waktu.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help