Gempa Bumi NTB

Pasca Gempa Bumi Lombok, Aksi Pencurian Marak Terjadi, Warga Paling Banyak Kehilangan Ini

Di Mataram saja kami mengumpulkan informasi ada sekitar 70an lebih motor hilang setelah gempa

Pasca Gempa Bumi Lombok, Aksi Pencurian Marak Terjadi, Warga Paling Banyak Kehilangan Ini
kompas.com/antara foto
Seorang warga mengintip dibalik reruntuhan rumah yang rusak akibat gempa bumi saat proses evakuasi korban di rumah tersebut di Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8/2018). 

SURYA.co.id - Pasca gempa magnitudo 7,0, Minggu (5/8/2018), aksi pencurian marak terjadi di Lombok.

Aksi pencurian yang terjadi saat sebagian besar warga masih panik dan mengungsi tersebut membuat kesal warga.

"Harta benda warga banyak yang hilang akibat ditinggal mengungsi," kata Bagus salah satu warga Selaparan di Mataram, Kamis (8/8/2018).

Ia menyebutkan barang yang hilang bermacam-macam mulai dari gas tabung, makanan toko, hingga sepeda motor milik masyarakat yang rumahnya ditinggal mengungsi.

Bahkan hewan ternak pun ada laporan sampai hilang seperti kuda dan sapi milik warga.

"Di Mataram saja kami mengumpulkan informasi ada sekitar 70an lebih motor hilang setelah gempa," tambah Bagus.

Mendukung pernyataan Bagus, Farouk warga Mataram juga membenarkan adanya aksi pencurian setelah gempa.

"Makanya di sekitar rumah sekarang kami gilir untuk ronda, walau warganya sudah mengungsi," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan kampung terdampak gempa kondisinya memang relatif sepi.

Rumah yang ditinggalkan beberapa masih dalam kondisi terbuka.

Selain itu masih terlihat beberapa barang yang masih memiliki nilai ekonomis diantara reruntuhan bangunan yang roboh seperti motor, perlengkapan rumah tangga hingga barang elektronik.

Kondisi tersebut disayangkan warga yang dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bagus dan Farouk berharap, aparat dapat lebih aktif untuk menjaga keamanan selain berfokus pada penanganan korban gempa.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Pasca-gempa Lombok, Aksi Pencurian Marak Terjadi Bikin Warga Kesal

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help