Lipsus

Mantan Pelatih Tenis Meja di Asian Games 1978 Achmad Djaja Ingatkan agar Atlet Pegang Kedisiplinan

Achmad Djaja (78), langsung terlihat bersemangat saat diminta menceritakan kembali karirnya yang gemilang sebagai seorang pelatih tenis meja.

Mantan Pelatih Tenis Meja di Asian Games 1978 Achmad Djaja Ingatkan agar Atlet Pegang Kedisiplinan
SURYAOnline/aflahul abidin
Achmad Djaja (kanan) bersama sang anak Peter Sudjaja. 

Saat itu, Yugoslavia menjadi negara kedua yang pingpongnya maju. Urutan pertama tetap China. Selama 4 tahun di Yugoslavia, Sinyo dan atlet lain digempleng.

Sepulang dari Yugoslavia, ia dipanggil bos perusahaan rokok besar Gudang Garam. Ia bersama
Empie Wuisan dan Diana Wuisan Tedjasukmana memprakasai berdirinya Perkumpulan Tenis
Meja Surya Kediri. Ini adalah salah satu klub pingpong terbesar yang bubar pada 2008.

Ketika masih aktif di klub itu, Sinyo sering memberi dukungan ke semua atlet. Kini, ia hanya
fokus ke anaknya, Ficky Supit Santoso yang akan berlaga di Asian Games 2018.

Cita-cita yang masih ia impikan adalah mengajarkan tenis meja ke berbagai daerah di Indonesia.

“Ada rahasia dalam tenis meja. Dan itu yang ingin saya ajarkan. Namanya rahasia, tentu saya
tidak kasih tahu Anda,” selorohnya.

Hingga kini masih aktif menjadi pelatih mekanik di Komite Olahraga Nasional Indonesia
(KONI) Jawa Timur.

“Ya berkat pengurus di sana, saya masih bisa memberi kontribusi buat atlet-atlet di Jatim,” ungkapnya. (fla/iit)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help