Lipsus

Mantan Pelatih Tenis Meja di Asian Games 1978 Achmad Djaja Ingatkan agar Atlet Pegang Kedisiplinan

Achmad Djaja (78), langsung terlihat bersemangat saat diminta menceritakan kembali karirnya yang gemilang sebagai seorang pelatih tenis meja.

Mantan Pelatih Tenis Meja di Asian Games 1978 Achmad Djaja Ingatkan agar Atlet Pegang Kedisiplinan
SURYAOnline/aflahul abidin
Achmad Djaja (kanan) bersama sang anak Peter Sudjaja. 

Peter yang juga atlet tenis meja, sempat dilatih ayahnya untuk beberapa kejuaraan. Peter aktif di dunia pingpong antara tahun 1982 hingga 1996. Ia sempat menduduki peringkat dua dan tiga di beberapa kejuaraan nasional.

“Pelatih itu tugasnya, pertama, melatih. Kedua, meningkatkan fisik dan tenaga atlet. Ketiga,
membekali atlet ‘senjata’ untuk pertandingan. Maka, yang dilatih berkewajiban mengikuti
instruksi. Kalau tidak, otomatis, ‘senjata’ yang dibekalkan tidak akan bisa dikeluarkan,” kata
Peter, menjelaskan prinsip sang ayah.

Kelebihan Djaja lainnya adalah jaringan. Djaja dikenal punya kenalan yang cukup banyak di
China.

Ia pun berhubungan baik dengan orang-orang di sana, terutama dengan mereka yang aktif
di dunia tenis meja. Kelebihan itu bermanfaat untuk para atlet yang bakal mengikuti latihan di
negeri itu.

Djaja punya harapan dunia tenis meja bisa lebih maju. Pengkaderan atlet-atlet harus dipercepat.

Indonesia bisa belajar dari China untuk perkara ini. Di negeri itu, banyak atlet yang bisa dipilih
untuk mengikuti sebuah kejuaraan besar. Sistem seleksi pun berjalan sesuai dengan standar.

Berdasarkan pengalaman Djaja, pemilihan atlet untuk tampil di sebuah kejuaraan besar masih
belum standar. Minimal itu yang ia rasakan ketika masih menjadi atlet. Ia harus memasukkan
pemain yang tingkat disiplinnya rendah karena kemampuannya di atas rata-rata.

“Kalau di negara lain, masih bisa dipilih yang lebih disiplin,” ujar Peter.
Punya rahasia.

Legenda tenis meja era 70-an Sinyo Supit juga memiliki harapan besar agar dunia tenis meja di
Indonesia bisa lebih maju.

Sinyo bersama Empie Wuisan adalah peraih medali perak Asian Games 1978 di Bangkok, Thailand.
Ketika masih berusia 15 tahun (1975), Sinyo diberangkatkan ke Yugoslavia bersama empat atlet
senior Indonesia.

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved