Berita Jombang

Gara-gara Narkoba, Novianto Terpaksa Akad Nikah di Tahanan Polres Jombang

Novianto terpaksa mengucapkan ijab kabul di Polres Jombang saat menikahi kekasihnya. Penyebabnya, narkoba!

Gara-gara Narkoba, Novianto Terpaksa Akad Nikah di Tahanan Polres Jombang
surabaya.tribunnews.com/sutono
Novianto saat menjalankan akad nikah di Polres Jombang 

SURYA.co.id | JOMBANG - Novianto alias Nopek (20), lelaki asal Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur boleh sedikit lega.

Sebab, meski berstatus tahanan Polres Jombang karena kasus narkoba, dia tetap bisa melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya EN (18), warga Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Pernikahan dilangsungkan di masjid Jannatul Fuadah milik Polres Jombang, Kamis sore (9/8/2018).

Hanya saja, kedua mempelai belum bisa melangsungkan malam pertama mereka, karena usai menikah, Nopek harus kembali ke sel polres.

Prosesi pernikahan berlangsung hikmat dan lancar. Dengan berpakaian putih dan celana hitam memakai peci warna hitam, Novianto berjalan menuju masjid Jannatul Fuadah, Polres Jombang. Lantunan Shalawat Nabi mengiringi perjalanan Novianto.

Di dalam masjid, sudah menunggu mempelai wanita bersama keluarganya serta penghulu dari KUA (Kantor Urusan Agama) Mojokerto. Begitu sampai di masjid, wajah mempelai laki-laki memerah, tampak menahan tangis.

Dia duduk di hadapan penghulu dengan didampingi Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid, beserta sejumlah anggotanya. Sejurus kemudian, ijab kabul pun berjalan lancar tanpa mengulang. Novianto memberikan mahar emas kawin uang tunai Rp 50.000.

Begitu ijab Kabul selesai, tangis kedua mempelai pun pecah. Novianto tak bisa membendung air matanya yang mengalir deras. Sedangkan mempelai perempuan yang memakai kerudung hijau sesenggukan, menunduk.

Begitu juga usai proses pernikahan, keduanya menunjukkan surat nikah untuk dipotret wartawan setelah ijab. Novianto mengaku telah menyesal atas perbuatannya hingga terjerat kasus narkoba. Dirinya juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya menyesal. Karena terjerat narkoba akhirnya menjalani proses pernikahan di kantor polisi. Selama ini saya hanya ikut-ikutan,” kata Novianto.

Kasatreskoba AKP Mukid menjelaskan, Novianto menjadi tahanan Polres Jombang setelah ditangkap petugas karena mengedarkan pil LL. Dari penangkapan Nopek, kata AKP Mukid, polisi membekuk bandarnya bernama Gibas warga Mojokerto dengan barang bukti 25.000 butir pil dobel L.

Usai menggelar ijab kabul sebagai tanda ikatan resmi pernikahan dua sejoli tersebut, Nopek kembali dibawa ke tahanan untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

“Tersangka Novianto dijerat UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujar AKP Mukid.

Baca: BREAKING NEWS - Orang Gila Bawa Uang Puluhan Juta Rupiah Masuk ke Perumahan Tentara

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help