Berita Jombang

Bolos Sekolah, Puluhan Pelajar Jombang Diciduk Satpol PP. Tertangkap Basah Lakukan Ini

Sejumlah pelajar yang dijaring itu, mencoba berkilah dengan berbagai alasan agar tidak diciduk.

Bolos Sekolah, Puluhan Pelajar Jombang Diciduk Satpol PP. Tertangkap Basah Lakukan Ini
surya/sutono
Beberapa pelajar yang berkeliaran di tempat umum diangkut mobil Satpol PP Jombang. 

SURYA.co.id | JOMBANG – Sebanyak 28 pelajar SMA diciduk petugas Satpol PP Jombang dari lokasi rental game online dan warung kopi, Kamis (9/8/2018). Mereka ketahuan main game online dan minum kopi saat seharusnya berada di sekolah, karena jam pelajaran sedang berlangsung. Mereka dijaring dari tiga lokasi.

Petugas memulai razia sekitar pukul 09.00 WIB dengan sasaran pertama kedai kopi Desa Sengon, Kecamatan Jombang Kota. Di sini, petugas langsung mengamankan 17 pelajar yang lagi nongkrong minum kopi sembari bersenda gurau.

Para pelajar langsung dinaikkan ke mobil pikap milik Satpol PP. Selanjutnya petugas menuju Pasar Citra Niaga. Begitu tiba di pasar yang berlokasi di jatung kota itu, petugas menuju tempat rental play station dan games online.

Dan benar saja, di sini petugas menemukan lima orang pelajar sedang asyik main PS dan games online. Kelimanya langsung diperintahkan naik pikap milik Satpol PP.

Usai dari Pasar Citra Niaga, petugas melanjutkan razia di sebuah kafe di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang Kota.

Di sini, personel Satpol PP menjumpai enam orang pelajar sedang kongkow-kongkow sembari minum kopi.

Tak menunggu lama, petugas meminta keenamnya naik ke mobil pikap. Selanjutnya, total 28 orang pelajar SMA dan sederajat itu dibawa ke Kantor Satpol PP Jalan Kusuma Bangsa.

Sejumlah pelajar yang dijaring itu, mencoba berkilah dengan berbagai alasan agar tidak diciduk.

Antara lain usai foto kopi, cari makan setelah olah raga, hingga mengurus legalisir ijazah. Namun petugas tetap membawa para pelajar tersebut.

Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Jombang, M Ronny Afriandie, mengungkapkan 28 pelajar tingkat SMA itu ketahuan berada di tempat umum pada jam pelajaran sekolah.

"Para pelajar itu jelas membolos karena berkeliaran saat jam belajar sedang berlangsung. Memang mereka mengajukan berbagaim alasan, tetapi mereka tepergok sedang nongkrong dan main games online saat jam sekolah," jelas Ronny.

Satpol PP lalu melakukan pembinaan terhadap para pelajar, dengan memanggil pihak sekolah yang bersangkutan.

"Kami data dan bina dengan SOP (standard operating procedure) di Satpol PP," tandas Ronny Afriandie.

Penulis: Sutono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help