Berita Sidoarjo

Bersama Guru dari Jepang dan Portugal, Siswa Smamda Sidoarjo Galang Bantuan untuk Korban Bencana

Sembari menyambut guru dari Jepang dan Portugal, ratusan Siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo menggalang bantuan untuk korban gempa Lombok, NTB.

Bersama Guru dari Jepang dan Portugal, Siswa Smamda Sidoarjo Galang Bantuan untuk Korban Bencana
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Penggalangan dana bantuan untuk korban gempa di Lombok Utara, NTB, yang digelar SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Kamis (9/8/2018) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Aksi penggalangan bantuan untuk korban gempa bumi di Lombok Utara di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bermunculan di berbagai wilayah. Termasuk di lingkungan pendidikan Sidoarjo.

Seperti yang dilakukan oleh ratusan siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo. Di sela acara penyambutan dua pengajar dari Jepang dan Portugal, para siswa menggalang bantuan untuk korban bencana.

Beberapa siswa terlihat sibuk keliling sambil membawa kardus untuk mengumpulkan bantuan dari ratusan siswa yang berkumpul di aula sekolahan, Kamis (9/8/2018).

Hasilnya cukup lumayan, uang sukarela dari para siswa, guru, pegawai dan para pihak di sekolah ini terkumpul sebanyak Rp 7.134.000.

"Semoga bermanfaat untuk para korban bencana di Lombok," kata Kepala Sekolah Smamda Wigatiningsih.

Uang yang terkumpul itu selanjutnya bakal diserahkan ke pihak yang mengelola bantuan untuk kemudian dikirim ke para korban bencana di Lombok, NTB.

Penggalangan bantuan itu sejatinya cuma acara dadakan. Kegiatan intinya adalah penyambutan terhadap dua pengajar dari Jepang dan Portugal yang baru tiba di sekolah ini.

Melalui kerjasama yang dijalin dengan Japan Foundation, Smamda mendapatkan seorang native speaker bernama Suetsugo Yoko San, seorang mahasiswa asal Jepang.

Selain itu, Smamda juga kedatangan Carolina Maria Mendez Fonseca seorang native speaker dari Portugal yang didapat melalui program AIESEC. Carolina akan berada di Sidoarjo selama 1,5 bulan untuk mengajar di Smamda.

Menurut Wigatinibgsih, sebenarnya ada 22 native speaker Nihongo Partner dari jepang yang resmi dilepas di Hotel Mojopahit Surabaya. Tahun ini Smamda Sidoarjo berhasil mendapatkan seorang guru untuk satu sekolah.

Itu dirasa istimewa bagi Smamda Sidoarjo karena di lain sekolah banyak yang hanya mendapatkan satu guru untuk dua sekolah.

"Pihak Nihongo Partner lewat kerjasama Japan Foundation nantinya akan belajar bersama dan mentransfer berbagai knowledge, bahasa dan budaya tentang negara Jepang dengan siswa-siswi Smamda Sidoarjo untuk sembilan bulan ke depan," urai dia.

Pihaknya berharap, para siswa benar-benar memanfaatkan peluang ini. Karena menjadi kesempatan langka bisa belajar bersama tentang Jepang langsung dari ahlinya.

Demikian halnya dengan guru dari Portugal, juga diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para siswa untuk belajar tentang Portugal.

Penulis: M Taufik
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help