Berita Surabaya

Warga Sidosermo Ciptakan Kostum Burung Garuda Dari Bahan Daur Ulang

Warga Sidosermo membuat aneka kostum dari bahan-bahan daur ulang. Salah satunya, kostum burung Garuda ini.

Warga Sidosermo Ciptakan Kostum Burung Garuda Dari Bahan Daur Ulang
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
karya kostum Burung Garuda dari bahan daur ulang buatan warga Sidosermo 4 gang 15 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di  ruangan berukuran 2 x 3 meter terpajang sebuah kostum Burung Garuda dan beberapa pakaian berwarna-warni terbungkus rapi kantong plastik. Ruangan tersebut terletak di Jalan Sidosermo 4 gang 15 Kelurahan Sidosermo Kecamatan Wonocolo. Warga menyebut ruangan itu sebagai galeri.

Ketika diamati lebih dekat, kostum burung garuda itu terbagi menjadi empat bagian, yakni topi yang berbentuk menyerupai burung, tameng baju, sayap dan rok gaun.

Topi, sayap dan tameng itu terbuat dari gabus sepatu yang dilapisi kain berwarna emas. Ketiga bagian itu dihiasi oleh permata imitasi dan manik-manik yang membentuk pola daun.

Sedangkan kain berwana-warni itu, terbuat dari botol bekas dan kertas kresek yang diambil dari bank sampah. Kedua pakaian yang berada di galeri tersebut adalah hasil karya warga Sidosermo 4 gang 15. "Pakaian itu kami gunakan ketika ada parade maupun karnaval," terang Achmad Mutowil selaku ketua RT 5.

Mutowil sapaan akrabnya mengatakan, kedua pakaian itu dikerjakan warga selama satu bulan secara gotong-royong. Setiap hari mereka mengerjakan pakaian itu. "Kalau ada waktu luang kami pasti kerjakan bersama karena pembuatannya sulit dan memakan waktu kudisnya untuk pakaian ikonik kampung kami kostum Burung Garuda," katanya.

Kesulitan yang dimaksud Mutowil, ketika memunculkan detail lekukan topi Burung Garuda. Selain itu, mereka menjahit kostum tersebut secara manual. "Saat memasang manik-manik dan permata imitasi harus presisi, 2 minggu kami baru selesai mengerjakannya,' sebut pria 3 orang anak itu.

Dis isi lain, kesusahan yang didapat para warga sebelum membuat kostum adalah mencari bahan dasarnya. Karena para warga tak ada background sebagai penjahit. Modal utuk membeli bahan pun tak murah, untuk membuat kostum Garuda para warga harus rela merogoh kocek dalam-dalam.

"Untuk mebeli bahannya butuh uang sebesar Rp 1.500.000. kami menggunakan uang kas RT untuk membeli. Berbeda ketika saat membuat rok gaun, stepnya lebih mudah. Rok terbuat dari kain kaca berwarna merah dan kuning. Bobot kostum itu sekira 5 kg," ungkapnya.

Ide pembuatan kostum Burung Garuda muncul secara spontan. Namun, Sebelumnya para warga melihat desain pakaian melalui internet.

"Kami memusyawarahkan ide yang dimiliki warga. Di tengah musyawarah tiba-tiba tercetus ide membuat kostum Burung Garuda. Mengingat juga lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila," ucapnya.

Ia melanjutkan, kostum karya warga Sidosermo tak hanya dipakai sendiri, melainkan juga disewakan. Kostum Burung Garuda sekali pakai dibanderol seharga Rp 500.000. "hasil dari sewa kostum akan masuk di kas RT 5," lanjutnya.

Mutowil mengaku, karya kostum warga Sidosermo 4 gang 15 mendapat respon positif dari warga negara asing yang melakukan studi di kampungnya. "Mereka terkesan dengan karya kostum kami," akunya.

Selain membuat kostum, warga membuat karya lain berupa tas dan pigora. Tas dan pigora dibuat dengan bahan daur ulang yang diambil dari bank sampah pula. "Kami membuat program tersebut tujuannya agar warga peduli kebersihan lingkunganya. Bahwasannya sampah bisa menghasilkan pundi-pundi uang," pungkasnya.

Tags
Sidosermo
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help