Asian Games 2018

Saat Atlet Veteran Turun Gunung Mempersiapkan Atlet Jagoan Indonesia di Asian Games 2018

Sejumlah mantan atlet Indonesia turun gunung membantu mempersiapkan para pemain Asian Games 2018. Dua di antaranya Sinyo Supit dan Bonit Wiryawan

Saat Atlet Veteran Turun Gunung Mempersiapkan Atlet Jagoan Indonesia di Asian Games 2018
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Sinyo Supit, atlet tenis meja veteran saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu 

Ketika masih aktif di klub itu, Sinyo sering memberi dukungan ke semua atlet. Kini, ia hanya fokus ke Ficky. Cita-cita yang masih ia impikan: mengajarkan tenis meja ke berbagai daerah di Indonesia.

“Ada rahasia dalam tenis meja. Dan itu yang ingin saya ajarkan. Namanya rahasia, tentu saya tidak kasih tahu Anda,” selorohnya.

Di usianya yang tak muda lagi, Sinyo menyebut dirinya sebagai “cowok panggilan”. Ia kerap dipanggil oleh orang-orang ternama untuk melatih dan menemani mereka bermain pingpong. Pagi hari setelah wawancara dengan Surya, ia lekas berangkat ke Jakarta selama sepakan atas “panggilan” seorang bos suplemen herbal.

Meski ia sempat mengalami kecelakaan berat yang mengakibatkan syaraf ketujuhnya bermasalah, Sinyo masih sanggup bermain pingpong hampir sehari penuh.

Ia juga menjadi pelatih mekanik di Komite Olahraga Nasional (KONI) Jawa Timur. Dari sana ia masih mendapat nafkah. “Ya berkat pengurus di sana. Saya masih bisa memberi kontribusi buat atlet-atlet di Jatim,” ungkapnya.

Beri Dukungan

Selain Sinyo Supit, ada beberapa lagi nama atlet asal Jawa Timur yang pernah meraih medali dalam ajang Asian Games. Salah satunya Wiryawan Sugiharto. Legenda tenis lapangan itu lebih dikenal dengan nama Bonit Wiryawan.

Bonit ikut serta dalam tiga ajang Asian Games, yakni 1990, 1994, dan 1998. Pada Asian Games 1994 di Jepang, ia meraih medali perak di partai beregu putra. Empat tahun kemudian di Thailand, ia meraih dua medali perunggu partai beregu putra dan campuran.

“Kita harus mencintai profesi kita dan disiplin. Saya dulu passion-nya di olahraga tenis. Kalau dulu saya sekadar asal, saya enggak akan sampai di sana,” kata Bonit, menjelaskan kunci kemenangannya.

Menurut Bonit, modal tekad saja masih kurang untuk bisa mengalahkan petenis dari negara-negara unggul di Asia, seperti Jepang, China, Uzbekistan, dan Thalinad. Di ajang Asian Games tahun ini, para petenis diuntungkan karena Indonesia menjadi tuan rumah. Tidak sekadar riuh penonton, tim tuan rumah juga diuntungkan dari sisi cuaca.

Halaman
1234
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help