Berita Jombang

Polisi Jombang Gagalkan Upaya Peredaran Puluhan Ribu Butir Pil Koplo Asal Mojokerto

Jajaran Satresnarkoba Polres Jombang menyita puluhan ribu pil koplo jenis dobel L asal Mojokerto yang siap edar.

Polisi Jombang Gagalkan Upaya Peredaran Puluhan Ribu Butir Pil Koplo Asal Mojokerto
surabaya.tribunnews.com/sutono
AKP Mukid (tengah) menunjukkan ribuan pil koplo yang disita dari bandar narkoba asal Mojokerto. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Jajaran Satresnarkoba Polres Jombang menyita puluhan ribu pil koplo jenis dobel L asal Mojokerto yang siap edar. Bersamaan itu, juga ditangkap dua bandar narkoba asal Kota Mojokerto.

Dua bandar tersebut bernama Eko (38) alias Gibas dan AR (35).

Terungkapnya kasus ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan petugas, terhadap jaringan tersangka yang ada di Jombang.

Eko sehari-hari adalah kuli bangunan. Sedangkan AR sehari-hari menyaru sebagai tambal ban. Dari AR disita 5.000 butir pil koplo jenis double L. Sedangkan dari Gibas disita 26.000 butir pil koplo.

“Keduanya memang bekerja sebagai kuli bangunan dan tambal ban, agar tidak dicurigai sebagai bandar. Mereka sering beroperasi di Jombang," ujar Kasat Reserse Narkoba Polres Jombang, AKP M Mukid, Rabu (8/8/2018).

Baca: Dituntut 14 Tahun Penjara, Kurir Ganja 8,5 Kg Memelas Minta Keringanan

Baca: Lagi, Oknum Aparatur Sipil Negara di Bangkalan Tersandung Kasus Narkoba

Menurut Mukid, dari pengakuan kedua tersangka, barang haram tersebut didapatkan dari Mojokerto.

Setiap transaksi, tersangka bisa meraup keuntungan Rp 400.000 hingga Rp 500.000.

Mukid mengungkapkan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan sistem ranjau. Dan bisnis ini sudah dilakukan kedua tersangka selama satu tahun.

“Modusnya dengan sistem ranjau. Artinya komunikasi melalui ponsel, bayar uang, selanjutnya barang diambil di suatu tempat. Kepada petugas pelaku mengaku sudah setahun menggeluti usaha ini,” ungkap Mukid.

Kedua pelaku kini ditahan di sel Polres Jombang, dijerat pasal 196 Undang-undang nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Kini polisi, masih terus mendalami dan memburu jaringan pemasok utama pil koplo kepada tersangka, yang diduga kuat berada di wilayah Mojokerto.

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved