Asian Games 2018

Optimistis Atlet Jatim Bisa Sumbang 10 Emas di Asian Games 2018

KONI Jatim optimistis atlet-atlet asal Jatim bakal menyumbang 10 emas di Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang

Optimistis Atlet Jatim Bisa Sumbang 10 Emas di Asian Games 2018
surya/erwin wicaksono
Anggota Pramuka sulap Kampung Sumber Dandang, Jember, dengan Corak Asian Games 2018 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur optimistis atlet asal Jatim bisa menyumbang emas dalam Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Terlebih jumlah pemain asal Jatim terbilang banyak, yakni sekitar 130 atlet.

Jumlah itu bahkan lebih banyak ketimbang jumlah atlet Jatim yang memperkuat kontingen Indonesia pada Sea Games 2017 di Malaysia. Saat itu, hanya sekitar 90 pemain Jatim yang turut bertanding.

Wakil Ketua VI KONI Jatim Irmantara Subagio mengatakan, pihaknya optimistis atlet asal Jatim yang membela Indonesia bisa menyumbang antara 10 hingga 12 medali emas. Belum lagi prediksi medali perak dan perunggu yang bisa diterima atlet asal Jatim.

Atlet asal Jatim, kata dia, memperkuat beberapa cabang olahraga berpotensi meraih medali. Antara lain, paralayang, angkat besi, panahan, bulu tangkis, dayung dragon boat, dan wushu.

"Ada sekitar 10-12 emas yang sebenarnya bisa kita dapatkan dari atlet asal Jatim di Asian Games," kata pria yang akrab disapa Ibag itu.

Baca: Saat Atlet Veteran Turun Gunung Mempersiapkan Atlet Jagoan Indonesia di Asian Games 2018

Prediksi itu tak lepas dari pemilihan cabang olahraga oleh Indonesia sebagai tuan rumah. Menurut Ibag, banyak atlet Jatim yang unggul di cabang olahraga yang diadakan di Asian Games kali ini.

"Barangkali peluangnya akan lebih besar sekarang untuk meraih medali dibandingkan Asian Games sebelumnya. Selain karena tuan rumah, cabang-cabang olahraga yang dipilih KOI (Komite Olimpiade Indonesia) itu memungkinkan Indonesia mendapatkan medali," ujarnya.

Persiapan KONI Jatim untuk membekali para atlet yang siap berlaga di Asian Games sudah dimulai sejak 2017, sebelum pagelaran Sea Games digelar. Salah satunya, dengan menggelar pemusatan daerah. Hampir semua atlet asal Jatim yang masuk kontingen Indonesia mengikuti pemusatan pelatihan tersebut. Selain latihan fisik dan teknis, di sana mereka juga dibekali konsutasi kesehatan, gizi, dan psikologi.

Pekan lalu, sebagian besar atlet sudah mengikuti karantina di pusat. Meski begitu, KONI Jatim tetap membuka diri untuk memberi pendampingan kepada atlet-atlet asal Jatim yang tak ter-cover dari pusat.

Ibag mencontohkan, andai kata ada atlet yang membutuhkan tryout ke luar negeri sebenyak delapan kali, namun pemerintah pusat hanya mampu meng-cover lima kali, KONI Jatim siap membantu kekurangannya.

Halaman
12
Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved