Meski Sudah Diimbau Wapres, Ojek Online Tetap Akan Gelar Demo Saat Pembukaan Asian Games

Pengemudi ojek online mengancam tetap akan melakukan aksi demo saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang

Meski Sudah Diimbau Wapres, Ojek Online Tetap Akan Gelar Demo Saat Pembukaan Asian Games
KOMPAS.com/Andreas Lukas Altobeli
Salah satu aksi unjuk rasa pengemudi ojek online di depan Gedung DPR/MPR RI saat menyampaikan aspirasinya, Senin (23/4/2018). Dalam demo ini para pengemudi ojek online menuntut kenaikan tarif, Pengakuan legal, dan perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek online. 

SURYA.co.id | JAKARTA — Pengemudi ojek online (ojol) berencana menggelar demonstrasi ketika pembukaan Asian Games 2018. Tujuan dari demo itu adalah, para ojol menuntut kenaikan tarif dasar per kilometer dan meminta pemerintah untuk segera menerbitkan payung hukum bagi ojek online.

Pada Jumat (3/8/20218) telah digelar mediasi antara pengemudi dan aplikator ojek online, Go-Jek dan Grab.

Namun, mediasi yang difasilitasi oleh Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya itu berakhir deadlock atau tak ada titik temu penyelesaian

Ujung-ujungnya, pengemudi ojol mengancam tetap akan melakukan aksi demo saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang.

Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, demo tetap dilakukan karena mediasi antara pengemudi dan aplikator ojek online, Go-Jek dan Grab, berakhir deadlock atau tak ada titik temu penyelesaian.

"Sementara ini kami masih akan melakukan aksi 188," ujar Igun seperti yang dikutip dari Kompas.com, Senin (6/8/2018).

Dari hasil mediasi tersebut, Igun mengatakan, manajemen Go-Jek akan berdiskusi terlebih dahulu terkait tuntutan Garda untuk mengembalikan standar tarif pengemudi menjadi Rp 3.000 per kilometer.

"Manajemen Go-Jek minta waktu untuk memutuskan untuk menaikkan tarif dasar per kilometer atau enggak," tambah Igun.

Sebaliknya, Igun mengatakan, manajemen Grab menolak tuntutan yang diajukan Garda.

"Manajemen Grab menolak tuntutan kami. Seakan-akan mereka mendorong kami untuk tetap demo pada pembukaan Asian Games 2018. Mereka tidak kooperatif," kata Igun.

Halaman
123
Editor: Cak Sur
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved