Berita Sidoarjo

Merasa Ditipu, 21 Pembeli Rumah di Perumahan Mustika Kartika Sidoarjo Lapor Polda Jatim

Merasa ditipu oleh pengembang PT Alisa Zola Sejahtera, 21 pembeli rumah di Perumahan Mustika Kartika, Sidoarjo, melapor ke Polda Jatim.

Merasa Ditipu, 21 Pembeli Rumah di Perumahan Mustika Kartika Sidoarjo Lapor Polda Jatim
surabaya.tribunnews.com/fathkul alami
Para korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Mustika Kartika, Sedati Sidoarjo ketika melapor ke SPKT Mapolda Jatim, Rabu (8/8/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 21 orang korban dugaan penipuan melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Rabu (8/8/2018) petang.

Mereka merasa ditipu atas pembelian rumah di Perumahan Mustika Kartika di Desa Pepe Sedati, Sidoarjo.

Para korban sudah membayar tanda jadi (bocking fee) dan uang muka (DP) hingga ratusan juta sejak 2015, tapi hingga kini tidak ada realisasi dari pengembang, PT Alisa Zola Sejahtera.

Hendrik Irawan, salah satu korban menjelaskan, dirinya memutuskan membeli rumah tipe 48 di perumahan Mustika Kartika pada Desember 2015 dengan harga jual Rp 363 juta. Rumah dengan luas 128 m2 itu rencananya dibeli secara kredit.

“Saya sudah bayar tanda jadi sebesar Rp 43,2 juta pada 2 Desember 2015. Setelah itu membayar uang muka 143 juta secara bertahap selama dua tahun. Saya mengangsur hingga 40 persen dan sudah keluar uang total sebesar Rp 164 juta,” sebut Hendrik saat berada di SPKT Polda Jatim, Rabu (8/8/2018) malam.

Setelah uang muka terbayar lunas selama 2 tahun, lanjut Hendrik, pengembang berjanji segera merealisasi dan serah terima rumah. Kenyataanya, pihak pengembang tidak segera merealisasikan janjinya.

“Saya sudah lihat lokasi perumahan (di Dese Pepe Sedati). Memang ada lokasinya, tapi masih berbentuk urukan dan belum ada bangunan,” tutur Hendrik.

Selain melihat lokasi, Hendrik juga berulang kali mendatangi kantor pemasaran (PT Alisa Zola Sejahtera) di wilayah Buduran, tetapi selalu dijanjikan segera diselesikan.

“Pihak pengembang lambat merespon. Saya juga berusaha telepon, tapi tidak ada tindak lanjutnya,” ucap Hendrik.

Lantaran tak ada respon, Hendrik bersama 20 pembeli lainnya memutuskan menyelesaikan lewat jalur hukum dengan melaporkan pengembang ke Polda Jatim

Halaman
12
Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help