Berita Surabaya

Khofifah Indar Parawansa Belum Umumkan Pihak yang Terlibat di Tim Navigasi Program, Ini Tujuannya

Ternyata Khofifah sengaja membuat tim Navigasi Program tertutup dari publik untuk tujuan tertentu.

Khofifah Indar Parawansa Belum Umumkan Pihak yang Terlibat di Tim Navigasi Program, Ini Tujuannya
surya/ahmad zaimul haq
Khofifah Indar Parawansa memperlihatkan Surat Penetapan KPU Jatim terkait dirinya dan Emil Dardak resmi sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2019 -2024. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, sempat menjanjikan akan mengumumkan tim Navigasi Program usai penetapan KPU tanggal 24 Juli 2018 lalu.

Namun nyatanya siapa-siapa yang terlibat langsung dalam tim Navigasi Program ini tidak diumumkan terbuka hingga saat ini. Ternyata Khofifah sengaja membuat tim Navigasi Program tertutup dari publik untuk tujuan tertentu.

"Saya memang tidak umumkan dulu. Saya nggak ingin ada titipan proyek. Sebab kalau sudah tahu orang-orangnya, nanti ada orang yang ingin memasukkan program masuk lewat ini, lewat itu. Saya nggak mau, saya ingin murni Nawa Bhakti Satya," kata Khofifah, Rabu (8/8/2018).

Namun, Khofifah sempat menyebutkan bahwa ada banyak yang terlibat. Terutama dari kalangan akademisi. Yang beberapa kali tampak dibawa ke publik seperti Prof Mas'ud Said dari Universitas Muhammadiyah Malang yang juga Ketua ISNU, dan juga Airlangga Pribadi dari Universitas Airlangga.

Mereka terus melakukan rapat intensif untuk sinkronisasi program Nawa Bahkti Satya untuk bisa masuk dan tercakup dalam RAPBD 2019.

Deadline penyusunannya harus sudah selesai pada tanggal 14 Agustus pekan depan.

"Masih dicocokkan. Misalnya bantuan untuk madin masuk program mana, dan dibuat detail. Termasuk bosda dan juga program yang lain," kata Khofifah.

Namun saat ditanya berapa detail kebutuhan anggaran progran untuk dimasukkan ke RAPBD, Khofifah belum bisa menyebutkan.

Termasuk kebutuhan anggaran program TisTas yang akan membiayai pendidikan siswa SMA SMK dengan status 40 persen ekonomi terendah.

Menurutnya, saat ini ia masih mencocokkan dulu. Baru nanti dilihat kue anggarannya berapa nominalnya untuk kemudian disinkronkan dengan pagu anggaran belanja yang dimiliki Pemprov Jawa Timur.

"Saya tentu terlibat langsung. Ini siang malam masih rapat dengan tim," imbuh Khofifah.

Selain rapat dengan tim Navigasi Program, dirinya juga terus berkomunikasi dengan tim transisi yang dibentuk oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, termasuk dengan penjabat Sekdaprov Jumadi.

Sinkronisasi ini penting dilakukan lantaran akhir masa jabatan Soekarwo akan habis pada Februari 2019. Sehingga gubernur dan wakil gubernur terpilih akan mulai menjabat di tengah tahun anggaran yang sudah tersusun sebelum akhir tahun 2018.

Maka penyusunan RAPBD 2019 menjadi kunci agar program Nawa Bhakti Satya dan janji kampanye Khofifah-Emil bisa segera terealisasi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help