Press Release

Dukung Peningkatan Jumlah Investor dan Jumlah Penyelesaian Transaksi, KSEI Luncurkan C-BEST Next-G

KSEI meluncurkan The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) generasi terbaru atau C-BEST Next Generation (Next-G).

Dukung Peningkatan Jumlah Investor dan Jumlah Penyelesaian Transaksi, KSEI Luncurkan C-BEST Next-G
ist
Peluncuran C-Best Next G 

Jumlah pemrosesan penyediaan transaksi pada C-BEST Next-G meningkat lebih dari 6 kali lipat kapasitas sebelumnya, yaitu dari 3.000 penyelesaian menjadi sekitar 20.000 penyelesaian transaksi per menit.

Syafruddin menambahkan, desain sistem juga sudah mendukung pengembangan lebih lanjut terkait penerapan standar-standar internasional seperti ISO 20022. Sistem baru ini juga siap untuk penyimpanan tipe Efek baru, seperti Surat Utang perpetual dan Sub Rekening khusus syariah.

Untuk mengembangkan C-BEST Next-G, KSEI menunjuk Nasdaq sebagai penyedia teknologi dan pengembang sistem pada 17 Oktober 2014. Nasdaq sangat berpengalaman sebagai penyedia teknologi dan telah mengembangkan sistem bagi industri pasar modal utama dunia, termasuk mengembangkan sistem post-trade untuk Central Securities Depository (CSD).

Menanggapi peluncuran C-BEST Next-G, Managing Director South Asia, South East Asia & Pacific Nasdaq Robert Frojd mengatakan, implementasi C-BEST Next-G adalah pencapaian luar biasa, tidak hanya untuk sektor ekonomi di Indonesia, tetapi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari infrastruktur pasar modal Asia Tenggara.

"Kelancaran implementasi C-BEST Next-G didukung oleh kompetensi dan keahlian tim yang baik, serta komitmen terhadap pengembangan proyek tersebut. Merupakan suatu kehormatan dari Nasdaq bekerjasama dengan KSEI untuk proyek ini dan kami menantikan hubungan jangka panjang yang baik di masa depan," ungkap Robert.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dalam sambutannya menyampaikan, peresmian C-BEST Next-G menjadi salah satu pencapaian positif KSEI dan Pasar Modal Indonesia di tahun 2018. Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia yang sudah sedemikian cepat, tentunya tidak akan sustain jika tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai baik dari sisi perdagangan, kliring, maupun penyelesaian transaksi Efek.

Infrastruktur yang disiapkan perlu mengadopsi teknologi yang up to date, serta standar yang berlaku Internasional, sehingga memungkinkan pengembangannya dilakukan secara berkelanjutan, dalam rangka mengantisipasi perkembangan pasar yang bergerak semakin cepat.

“Dengan melihat perkembangan transaksi di pasar modal kita yang sudah sangat cepat, serta perkembangan sistem dan teknologi yang sudah semakin maju, maka pengembangan berkelanjutan atas sistem C-BEST menjadi sangat diperlukan. Apalagi, melihat peran KSEI saat ini yang berkembang semakin luas, tidak hanya melakukan penatausahaan dan penyelesaian untuk instrumen pasar modal, namun juga instrumen lain di pasar uang”, kata Hoesen.

Selain dibantu oleh Nasdaq selaku pengembang sistem, dalam implementasi C-BEST Next-G, KSEI juga didukung oleh asosiasi pasar modal terkait, yaitu, Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Asosiasi Bank Kustodian Indonesia (ABKI) dan Asosiasi Biro Administrasi Efek Indonesia (ABI), untuk memastikan peran serta aktif pelaku pasar dalam proses migrasi sistem tersebut.

Tags
KSEI
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help