Berita Sidoarjo

Dituntut 14 Tahun Penjara, Kurir Ganja 8,5 Kg Memelas Minta Keringanan

Seorang pengedar ganja yang jadi terdakwa di PN Sidoarjo dituntut 14 tahun penjara. Lihat, begini reaksinya.

Dituntut 14 Tahun Penjara, Kurir Ganja 8,5 Kg Memelas Minta Keringanan
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Ilman Barori saat dikawal petugas kembali ke ruang tahanan usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di PN Sidoarjo, Rabu, 8 Agustus 2018 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ilman Barori (24), warga Desa Durung Bedug, Kecamatan Candi, Sidoarjo, dituntut penjara 14 tahun. Tak hanya itu, bapak satu anak ini juga dikenakan denda sebesar Rp 1,5 miliar akibat perbuatannya menjadi kurir ganja sebanyak 8,5 kilogram.

Itu sebagaimana tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Betty Retnosari dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu, 8 Agustus 2018. Denda sebesar itu, jika tidak dibayar harus diganti dengan hukuman penjara selama enam bulan.

"Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," ucap jaksa Betty Retnosari membaca tuntutannya.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo ini menilai bahwa tuntutan tersebut sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa. Yakni menjadi kurir atau mengedarkan ganja sebanyak 8,5 kilogram.

Mendengar tuntutan itu, pria bertato yang sehari-hari bekerja menjadi sopir ini berharap dapat keringanan dari majelis hakim. Secara lisan, dia mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya.

"Saya memohon keringanan yang mulia. Saya memang salah. Tapi saya cuma sebagai pengantar barang saja," ujar terdakwa dengan memelas kepada majelis hakim dalam sidang yang diketuai oleh hakim Safruddin tersebut.

Dalam perkara ini terungkap bahwa terdakwa bukan kali pertama mengedarkan 8,5 kilogram ganja. Dia mengaku sudah tiga kali menjalankannya, dan semua dikendalikan oleh Nanang, tetangga Ilman yang sedang meringkuk di Lapas Porong.

Kiriman pertama pada Januari 2018. Ganja sebanyak 8,5 kilogram yang terbungkus kardus dikirim ke rumahnya, lantas dikirim lagi ke dua tempat berbeda. Modusnya, ganja dibungkus plastik dan diranjau di pinggir jalan.

"Saya taruh di bawah pohon pinggir jalan. Nanti ada yang mengambilnya. Tapi saya tidak tahu siapa yang mengambil itu, karena hanya komunikasi lewat telpon," ujar terdakwa.

Kiriman kedua datang bulan Februari 2018. Modusnya sama dengan kiriman pertama. Modusnya sama dengan kiriman pertama. Dan setiap menjalankan tugas situ, dia mendapat upah Rp 2 juta.

Kali ketiga, dia mendapat tugas mengambil kiriman di kantor pos jalan Juanda, 27 Maret 2018. Ganja dalam jumlah yang sama dengan kiriman pertama dan kedua, yakni 10 balok yang beratnya mencapai 8,5 kilogram.

Ilman menyewa mobil Avanza untuk mengambil kiriman itu. Tapi apes, kali ini dirinya sudah diintai polisi. Setelah mengambil barang haram tersebut, dia langsung diringkus petugas Sat Reskoba Polresta Sidoarjo.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved