Berita Magetan

Dibebani Iuran, Sekolah di Magetan Ancam Tarik Siswa dari Paskibra, Sekda: Paskibra Dibiayai Pemkab

Sejumlah SLTA di Kabupaten Magetan yang siswanya direkrut menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) untuk peringatan HUT RI.

Dibebani Iuran, Sekolah di Magetan Ancam Tarik Siswa dari Paskibra, Sekda: Paskibra Dibiayai Pemkab
ist/tribunnews
Ilustrasi Paskibra 

SURYA.co.id | MAGETAN -  Sejumlah SLTA di Kabupaten Magetan yang siswanya direkrut menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), memperingati hari Kemerdekaan RI ke-73, mengancam menarik siswanya dari keikutsertaan. Hal ini lantaran terkait permintaan biaya  Rp 750 ribu kepada setiap anggota Paskibra.

"Siswa kami yang direkrut menjadi anggota Paskibra, lebih dari tiga anak. Kemarin ditelepon dari Dindikpora, setiap anak diminta bayar Rp 750 ribu. Tentu saja kami keberatan, kebetulan beberapa anak itu dari keluarga sangat sederhana,"kata guru SLTA di Kabupaten Magetan itu kepada Surya.o.id, Selasa (7/8/2018).

Padahal, lanjut dia, tahun sebelumnya tidak ada anggota Paskibra diminta membayar. Malahan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan selesai tugas, selain diberi selembar piagam juga uang transport.

"Sebelumnya tidak ada pemberitahuan anggota Paskibra bayar, ini tiba tiba di telepon dari Dikpora, siswa saya diminta bayar per anak yang direkrut diminta Rp 750 itu, kaget juga. Sekolah tidak ada anggaran. Kalau tetap diminta bayar, lebih baik siswa saya tarik,"kata guru ini dibenarkan guru pembina yang lain.

Ia katakan, kalau setiap anggota Paskibra ditarik biaya Rp 750 ribu dan total anggota inti Paskibra sebanyak 70 siswa, dana yang bisa dikumpulkan penyelenggara Paskibra mencapai Rp 52.500.000. Mestinya anggaran Paskibra dibiayai dari APBD Pemkab Magetan, namun baru tahun ini biaya dibebankan anggota Paskibra.

"Kasihan siswa, menjalankan tugas sebagai Paskibra itu sangat berat. Belum latihan selama lebih satu bulan yang diajari dari instruktur Sekolah Calon Tantama (Secata). Sudah payah, diminta bayar,"jelasnya.

Dikatakan dari sejumlah siswanya yang diikutkan sebagai anggota Paskibra itu, mayoritas anak orang tidak mampu dan penarikan biaya itu praktis sangat memberatkan. Karena orangtua mereka ada penghasilannya dalam sehari hanya beberapa lembar, lima ribuan atau sebulan tidak sampai Rp 900 ribu.

"Menjadi anggota Paskibra sangat didamba siswa, tapi kalau diminta bayar. Mereka lebih baik menarik diri dari keanggotaan Paskibra. Uang sebesar itu sangat banyak. Padahal anggota Paskibra, sejak dahulu tidak ada yang diminta bayar,"kata guru ini dengan suara seperti tertahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan Bambang Trianto yang dikonfirmasi menyangkal penarikan biaya kepada siswa anggota Paskibra itu, karena biaya itu setiap tahun sudah disediakan dari Pemkab Magetan.

"Paskibra dibiayai Pemkab, tapi memang anggaran penyelenggaraan untuk Paskibra sedikit masih kurang. Ini nanti masih kita bicarakan," kata Bambang di ruang Ki Mageti, Selasa (7/8/2018). 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved