Berita Sidoarjo

Dari Kasus Curanmor hingga Pemerkosaan, Resedivis Sidoarjo Ini Kembali di Penjara karena Kasus Ini

Dua kali mendekam di penjara tetap tak membuatnya jera. Sekarang, Munari kembali ditangkap petugas dalam kasus perampasan.

Dari Kasus Curanmor hingga Pemerkosaan, Resedivis Sidoarjo Ini Kembali di Penjara karena Kasus Ini
surya/m taufik
Dua bandit jalanan yang ditangkap polisi setelah merampas tas di Jalan Mojopahit Sidoarjo 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Penjara rupanya tidak membuat Munari jera. Buktinya dua kali mendekam di dalam penjara, pria 50 tahun asal Desa Keboanom, Gedangan, Sidoarjo, ini kembali melancarkan kejahatannya begitu bebas dari hukuman.

Pada 2001 silam, Munari ditangkap petugas Polda Jatim dalam kasus pencurian kendaraan bermotor di kawasan Masjid Agung Surabaya. Dia terbukti bersalah dalam kasus curas (pencurian dengan kekerasan) itu dan dijatuhi hukuman penjara selama 1,8 tahun.

Bebas dari penjara, pada 2008 lalu Munari kembali diringkus petugas Polresta Sidoarjo. Kali ini dia harus berurusan dengan polisi dalam kasus pemerkosaan terhadap tetangganya di daerah Gedangan. Dalam perkara itu, dia dinyatakan terbukti bersalah dan divonis hukuman penjara selama 3,5 tahun oleh majelis hakim.

Dua kali mendekam di penjara tetap tak membuatnya jera. Sekarang, Munari harus kembali merasakan pengapnya sel tahanan setelah dia ditangkap petugas Satreskrim Polresta Sidoarjo dalam kasus perampasan.

Kali ini, dia ketahuan menjadi pelaku utama perampasan tas milik seorang perempuan yang sedang berbelanja di toko Plastik di jalan Mojopahit Sidoarjo.

Peristiwanya tanggal 22 Maret lalu. Ketika itu, korban hendak membayar setelah berbelanja beberapa barang kebutuhan rumah di sana.

Tiba-tiba seorang pria mendekat, merampas tas yang dibawanya, dan langsung kabur.

"Korban sempat berteriak meminta tolong, tapi pelaku keburu lari menggunakan sepeda motor. Dia tidak sendirian, ada rekannya yang standby di atas motor ketika pelaku beraksi," ungkap Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, Rabu (8/8/2018).

Polisi yang menerima laporan terkait peristiwa ini pun berusaha melakukan penyelidikan.

Selain meminta keterangan korban dan saksi-saksi untuk mengetahui ciri-ciri pelaku, petugas juga mendapat petunjuk dari CCTV di jalan Mojopahit.

Dari sana, akhirnya petugas berhasil meringkus dua bandit jalanan tersebut. Yakni Munari yang bertindak sebagai eksekutor perampasan, dan rekannya Triyono (30), warga Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo yang bertugas sebagai joki. Keduanya langsung dijebloskan ke dalam penjara.

"Dalam pemeriksaan, diketahui bahwa dua pelaku ini sudah mengintai korbannya sebelum beraksi. Begitu korban lengah, pelaku utama langsung merampas tas dan berlari menuju pelaku lain yang sudah standby di atas motor," urai mantan Kapolsek Simokerto tersebut.

Tas dan barang-barang lain langsung dibuang. Hanya uang dan handphone yang diambil oleh pelaku. Dari kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta.

"Pelaku utamanya diketahui sudah tiga kali ini masuk penjara. Sementara pelaku satunya, sementara diketahui baru pertama kali ini (masuk penjara)," ujarnya.

Penulis: M Taufik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help