Berita Surabaya

Begini Pengakuan Mahasiswa yang Edarkan Narkoba di Surabaya, Ia Diperintah Sosok Ini dari Ngawi

Begini pengakuan mahasiswa Surabaya yang edarkan narkoba. Ia diperintah sosok ini dari Ngawi.

Begini Pengakuan Mahasiswa yang Edarkan Narkoba di Surabaya, Ia Diperintah Sosok Ini dari Ngawi
surya/ahmad zaimul haq
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan saat merilis kasus Galih Cahyadi (24), pengedar sabu yang berhasil di tangkap Polsek Wonokromo saat membawa sabu, Rabu (8/8/2018). Tertangkapnya Galih ini bermula ketika anggota Polsek Wonokromo menggelar pengamanan suporter sepak bola di Stasiun Wonokromo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Galih Cahyadi selalu menutupi wajahnya selama berada di Mapolrestabes Surabaya.

Mahasiswa 24 tahun sebuah Perguruan Tinggi (PT) di Surabaya ini menjadi pengedar sabu sudah tiga bulan terakhir ini.

Galih awalnya hanya pemakai, tapi akhirnya menjadi pengedar sabu untuk wilayah Surabaya.

Ia menjadi pengedar di bawah kendali seorang narapidana di LP Ngawi, AD.

"Saya hanya membawa dan antarkan ke pemesan. Yang mendapatkan pasien (pembeli), ya teman saya yang ditahan di Ngawi," aku Galih di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (8/8/2018).

Galih menuturkan, dirinya selalu ditelepon lebih dulu oleh AD guna mengambil dan menyerahkan sabu ke pemesan.

Selanjutnya, dirinya tinggal ambil sabu di tempat yang sudah ditentukan pakai sistem ranjau.

"Saat ambil sabu satu ons, saya diminta ambil di Jl Indragiri dekat GOR Pancasila," ucap Galih.

Galih menuturian, dirinya tak ikut transaksi sabu.

Transaksi sabu langsung dilakukan AD dengan pemesan.

Halaman
12
Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help