Berita Sidoarjo

Arzeti Bilbina Pantau Rehabilitasi Ruang Kelas Sekolah di Sidoarjo

Untuk memastikan program dari Kementerian Pendidikan di Sidoarjo benar-benar berjalan, Anggota DPR RI Arzeti Bilbina datangie SMA Islam Sidoarjo

Arzeti Bilbina Pantau Rehabilitasi Ruang Kelas Sekolah di Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Anggota Komisi X DPR RI, Arzeti Bilbina saat berkunjung ke Sidoarjo, Rabu (8/8/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Untuk memastikan program dari Kementerian Pendidikan di Sidoarjo benar-benar berjalan dengan baik, Anggota Komisi X DPR RI Arzeti Bilbina datang langsung ke SMA Islam Sidoarjo, Rabu (8/8/2018).

Di sekokah itu, politisi yang juga artis tersebut meninjau langsung RKB (Ruang Kelas Baru) yang diterima SMA Islam Sidoarjo.

"Semoga bermanfaat untuk memudahkan proses belajar mengajar," kata Arzeti.

Dalam kesempatan ini, politisi PKB tersebut juga menyampaikan bahwa minimnya anggaran pendidikan yang dialokasikan untuk Dinas Pendidikan (Dindik) Pemkab Sidoarjo, berdampak minimnya fasilitas sekolah.

Apalagi, anggaran pendidikan tidak mencapai 20 persen dari APBD Pemkab Sidoarjo.

“Akibatnya, sekitar 316 RKB kini rusak berat bakal tidak tergarap secara maksimal, karena tidak dapat dicover oleh APBD Sidoarjo,” urai dia.

Untuk rehabilitasi sekolah rusak, kata dia, Dindik Sidoarjo mengaku sudah mengajukan anggaran Rp 53 miliar. Namun, Pemkab hanya sanggup menyediakan Rp 29 miliar. Artinya, untuk menuntaskan Sidoarjo terbebas dari sekolah rusak, anggaran masih kurang Rp 24 miliar.

"Bagaimana dengan dana pendidikan provinsi? Saya rasa juga masih banyak kendala. Karena itu, kami di Komisi X ikut berjuang agar kebutuhan pendidikan di Sidoarjo bisa terpenuhi," akunya.

Baca: Di Mojokerto, Sekolah Dilarang Gelar Wisuda Untuk Siswa SD

Dari SMA Islam Sidoarjo, Arzeti Bilbina bergeser ke acara pemberian bantuan Program Teknologi Tepat Guna kepada Masyarakat Desa. Bantuan yang diberikan berupa teknologi mesin perajang sampah bagi masyarakat Desa Terung Kulon, Kecamatan Krian, Sidoarjo.

Pihaknya berharap, Desa Terung Kulon yang sudah memiliki alat perajang sampah agar juga memiliki pengelolaan bank sampah. Agar sampah tak lagi jadi masalah di sana.

"Bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Dengan itu, kita bisa menampung, memilah dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar, sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah," papar perempuan berjilbab ini.

Dengan cara itu, disebutnya juga manfaat bank sampah bakal dirasakan positif bagi masyarakat. Selain tak lagi menjadi persoalan, sampah justru bisa menambah penghasilan masyarakat.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved