Berita Mojokerto

Sudah 100 Ditahan, Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Bupati Mojokerto oleh KPK Belum Juga Rampung

proses penyidikan kasus korupsi yang melibatkan MKP Bupati Mojokerto aktif ini masih belum rampung.

Sudah 100 Ditahan, Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Bupati Mojokerto oleh KPK Belum Juga Rampung
istimewa
Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Genap 100 hari Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan terhadap MKP yang jadi tersangka koruptor ini terkait kasus dugaan suap perizinan pembangunan menara BTS jaringan seluler dan suap penerimaan gratifikasi berupa fee proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto.

Namun, hingga saat ini proses penyidikan kasus korupsi yang melibatkan MKP Bupati Mojokerto aktif ini masih belum rampung. Kuasa hukum Bupati Mojokerto, Maryam Fatimah, membenarkan jika kasus yang menjerat kliennya masih belum lengkap (P21).

Pihaknya sampai saat ini masih menunggu proses pelimpahan berkas P21. "Terkait berkas pelimpahan P21 belum," ujarnya kepada Surya melalui pesan singkat, Selasa (7/8/2018).

Maryam mengatakan terkait masa penahanan terhadap kliennya masih tersisa sekitar 20 hari ke depan.

"Habisnya (masa penahanannya) tanggal 27 Agustus 2018 mendatang," sambungnya.

Untuk diketahui, penyidik KPK dalam KHUP mempunyai wewenang menahan tersangka korupsi selama 4 bulan atau 120 hari.

Dalam penyidikan KPK penahanan pertama selama 20 hari, diperpanjang tiga kali yaitu selama 40 hari dan 30 hari serta bisa diperpanjang empat kali selama 30 hari ke depan.

Sebelumnya, tersangka korupsi Bupati Mojokerto MKP resmi ditahan KPK dalam penahanan pertama pada (30/4/2018) kemarin. Hingga saat ini terhitung penahanan terhadap tersangka telah memasuki 100 hari.

Sebelumnya, penyidik KPK menyita uang tunai Rp 2,7 miliar yang diduga hasil suap gratifikasi.

Selain itu, KPK juga menyita uang Rp 3,7 miliar diduga hasil gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur di Pemkab Mojokerto yang juga melibatkan mantan Kadis DPUPR Zaenal Abidin yang kini menjabat sebagai Kepala Pendidikan Pemkab Mojokerto.

Penyidik KPK juga menggeledah hampir seluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Mojokerto.

KPK turut menyita sebanyak 35 kendaraan mulai dari mobil mewah, jet ski, sepeda motor dan mobil pick up.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help