Berita Rilis

Penelitian Perusahaan Kapal Pesiar: Generasi Milenial Alami Masalah Tidur lebih Banyak saat Berlibur

"Generasi Millennial mengalami masalah tidur lebih banyak dibanding generasi sebelumnya," jelas Dr Breus.

Penelitian Perusahaan Kapal Pesiar: Generasi Milenial Alami Masalah Tidur lebih Banyak saat Berlibur
foto: istimewa
Kapal pesiar Princess Cruises 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan pesiar premium internasional Princess Cruises, berbagi informasi dari hasil riset tidur global.

Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises, dan Dr Michael Breus, PhD, sebagai dokter yang melakukan penelitian terkait kegiatan tidur, memberikan tips untuk tidur nyenyak bagi orang Indonesia saat berwisata.

"Pelabuhan di Indonesia saat ini menantikan pertumbuhan dua kali lipat kunjungan kapal pesiar di tahun ini. Sehingga kami melihat perlunya menyampaikan informasi terkait tren bepergian dengan kapal pesiar yang terkait tidur nyenyak selama perjalanan," kata Farriek Tawfik, dalam rilisnya, Selasa (7/8/2018).

Saat ini Indonesia berada di peringkat ketujuh negara di Asia yang paling banyak dikunjungi kapal pesiar. Tercatat 372 kapal pesiar dari semua perusahaan wisata pesiar sedang dan akan mengunjungi pelabuhan Indonesia pada tahun ini.
Hal itu menunjukkan pertumbuhan sebesar 100 persen dari angka 187 di tahun 2017.

Bali adalah destinasi dengan angka kunjungan pesiar tertinggi, yaitu sebanyak 82 kunjungan di tahun 2018, kemudian Kepulauan Gili (43 kunjungan), Pulau Komodo (40 kunjungan), Semarang (23 kunjungan), dan Surabaya (20 kunjungan).

“Jumlah orang Indonesia berlayar pada tahun 2017 adalah 46.700 wisatawan, meningkat 40,2 persen dari 33.200 di tahun 2016," lanjut Farriek.

Namun, dibandingkan dengan wisawatan asal negara lain yang bepergian dengan kapal pesiar, wisatawan Indonesia hanya 1,2 persen dibandingkan 4 juta wisatawan Asia yang berlayar di tahun 2017.

Hal itu dianggap Farriek masih besarnya peluang wisawatan Indonesia untuk mengikuti wisata perjalanan kapal pesiar.

Princess Cruises memiliki posisi strategis guna memenuhi peningkatan permintaan di antara penumpang Indonesia yang memilih wisata pesiar mewah ke destinasi seperti Alaska dan Eropa.

Menanggapi tren ini, Princess Cruises meluncurkan jajaran portfolio pelayaran global di Indonesia minggu ini untuk perjalanan periode 2018/2019 ke Alaska, Kawasan Mediterania, Kepulauan Britania, serta Asia Tenggara.

Halaman
1234
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help