Berita Pasuruan

Anak Tukang Parkir di Pasuruan Lolos Seleksi Anggota Polri, Gratis!

Hariyono, tukang parkir di Pasuruan bangga karena anak bungsunya berhasil diterima menjadi anggota Polri.

Anak Tukang Parkir di Pasuruan Lolos Seleksi Anggota Polri, Gratis!
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Hariyono (kanan) dan Muji Rahayu saat menunjukkan kartu pendaftaran polisi milik anaknya Mohammad Yusril Mega Nusantara yang kini sedang menjalani pendidikan di SPN Bangsal Mojokerto. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Mata Hariyono (55) dan Muji Rahayu (56) , warga Kelurahan Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, masih berkaca - kaca, saat ditemui Surya, Selasa (7/8/2018) siang. Pasangan suami istri (pasutri) ini tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Anak bungsu pasangan ini diterima menjadi anggota Polri. Dia adalah Mohammad Yusril Mega Nusantara. Keduanya tidak menyangka anak laki - laki satu - satunya bisa diterima menjadi anggota polisi.

"Padahal saya ini hanya tukang parkir. Istri saya hanya jualan rawon, tapi tidak setiap hari," kata Hariyono kepada Surya.

Ia menjelaskan, kabar anaknya diterima menjadi bintara polisi ini sangat mengejutkan. Saat proses pendaftaran dan lainnya, ia sempat mendapatkan cibiran dari teman dan keluarganya.

"Awakmu iku wong gak mampu, daftar polisi iku perlu enek duit e. Nek kosongan ya gak bakalan diterimo (Kamu itu orang gak mampu, daftar polisi itu perlu ada uangnya. Kalau kosongan ya tidak bisa diterima," kenangnya menirukan cibiran orang di sekitarnya.

Bapak tiga anak tampak tak kuasa menahan air matanya. Ia sesenggukan menceritakan kembali perjalanan anak ragilnya itu.

"Saya bangga sama dia. Semoga kesempatan menjadi anggota polisi ini bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan dengan baik. Saya doakan dia menjadi polisi yang baik dan amanah dalam mengemban tugasnya," paparnya.

Pria berusia 55 tahun ini berterima kasih kepada pimpinan tinggi Kepolisian yang sudah memberikan kesempatan bagi orang - orang biasa untuk menjadi keluarga besar polri.

Ia menyebut, proses pendaftaran dan sampai tuntas sekarang, anaknya tidak dipungut biaya sedikitpun.

"Tidak membayar. Terima kasih, proses penerimaan Polri memang transparan, dan tidak ada yang ditutupi. Semuanya gratis, allhamdulillah, kalau pakai biaya, saya tidak mampu, toh saya hanya tukang parkir biasar," jelas dia.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help