Berita Tuban

15 Hari Beroperasi, Bajaj Angling di Tuban Sudah Dapat Protes Dari Sopir Angkot

Baru 15 hari diresmikan dan beroperasi, Bajaj Angkutan Lingkungan (Angling) di Tuban sudah diprotes para sopir angkot.

15 Hari Beroperasi, Bajaj Angling di Tuban Sudah Dapat Protes Dari Sopir Angkot
surya/m sudarsono
kendaraan bajaj angling di Tuban 

SURYA.co.id | TUBAN - Bajaj angkutan lingkungan (Angling) yang merupakan program dari Dinas Perhubungan Tuban, telah beroperasi setelah diresmikan oleh Bupati Fathul Huda, Jumat, 27 Juli 2018.

Tak lebih dari 15 hari setelah diresmikan, angkutan yang dikelola PT Ronggolawe Sukses Mandiri selaku BUMD itupun mulai dikritik oleh paguyuban angkutan umum kota (angkot).

Bahkan, Kamis lusa, paguyuban angkot yang terdiri dari Lyn A,B dan C berencana akan unjuk rasa atas keberadaan Bajaj, karena dianggap telah merugikan sopir angkot.

Sebab, tidak berlakunya trayek bagi bajaj membuat kendaraan hasil investasi itu bisa beroperasi dimanapun untuk mencari penumpang.

Terlebih, ditambah adanya fasilitas SMS yang bisa membuat sopir bajaj menjemput penumpang di manapun. Hal itu tentu membuat pendapatan sopir angkot berkurang drastis.

"Adanya sistem jemput oleh sopir Bajaj ini membuat pendapatan angkot menurun drastis. Sekarang susah cari penumpang," kata Sopir angkot, Mohamad Askabul Khafi (39), saat mangkal di pasar baru Tuban, Selasa (7/8/2018).

Sopir asal Merak Urak itu menjelaskan, jika biasanya mampu mendapatkan penghasilan kotor Rp200 ribu, dengan keberadaan Bajaj sekarang hanya mampu mendapat hasil setengahnya saja.

Bahkan, diakuinya setiap hari dia hanya mampu mendapat hasil kotor Rp100 ribu. Dengan rincian, Rp70 ribu untuk beli bensin, sisanya Rp 30 ribu untuk dibawa pulang.

"Susah sekarang cari penumpang, ditambah adanya Bajaj yang sekali trip bisa muat tiga penumpang," terangnya.

Hal sama juga disampaikan sopir angkot lainnya, Mohamad Sabri (53). Warga Tuban kota itu menyatakan, keberadaan Bajaj itu sangat mengancam keberlangsungan angkutan kota.

Halaman
12
Penulis: M. Sudarsono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help