Berita Madiun

Satu Trainset LRT Pesanan KAI Belum Dikirim Untuk Asian Games 2018 Palembang

Satu unit kerta Light Rail Transit (LRT) yang dipesan pemerintah melalui PT KAI untuk mendukung kegiatan Asian Games 2019 di Palembang, belum dikirim.

Satu Trainset LRT Pesanan KAI Belum Dikirim Untuk Asian Games 2018 Palembang
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Sejumlah teknisi PT INKA memeriksa sensor pintu kereta LRT sebelum dikrim ke Palembang. 

SURYA.co.id|MADIUN - Satu unit kerta Light Rail Transit (LRT) yang dipesan pemerintah melalui PT KAI untuk mendukung kegiatan Asian Games 2019 di Palembang, belum dikirim. Hingga saat ini, baru tujuh kereta yang dikirim ke Palembang, dari delapan kereta LRT yang dipesan.

Sementara itu, satu kereta LRT masih berada di pabrik PT INKA di Kota Madiun. Padahal, sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan pada 30 Juni 2018 seluruh trainset LRT harus sudah tiba di Palembang.

General Manager Corporate Secretary PT INKA, I Ketut Astika mengatakan, satu trainset LRT yang masih berada pabrik PT INKA sudah siap dikirim. Namun, pihak PT INKA masih menunggu konfirmasi terkait kesiapan prasarana di Palembang.

"Sebenarnya begini ya, kami kan juga melihat kesiapan (prasarana) di sana. Di sana juga masih berkembang, artinya perlu dilengkapi, disempurnakan, sarana prasarana, deponya saat ini sudah menampung tujuh trainset. Nah ini kita sambil memastikan di sana, masih ada proses evaluasi, sehingga ketika nanti dikirimkan bisa maksimal," katanya.

Baca: PT INKA Kirim 50 Tim Teknis untuk Pastikan LRT Asian Games 2018 Palembang Berfungsi Normal

Ia belum dapat memastikan kapan LRT terakhir itu akan dikirim ke Palembang.

"Kami sudah koordinasi. Secara fisik sudah selesai, tinggal menunggu dikirim saja,"katanya.

Ketut mengatakan, bila nanti sudah genap delapan kereta LRT tidak seluruhnya akan dioperasikan. Sebagian akan digunakan sebagai cadangan dan akan dioperasikan ketika terjadi emergency.

Saat ini, kata Ketut, masih dilakukan tahap pengujian, dan baru beroperasi delapan kali perjalanan dalam sehari.

"Ini kan belum beroperasi penuh, masih uji coba. Sambil menguji semua fungsi, sistem di airport, ticketing di airport, teknis di perjalannannya, penjual tiketnya bagaimana, setelahnya baru dioperasikan,"katanya.

Untuk diketahui, nilai anggaran pengadaan 8 trainset kereta LRT sekitar Rp 380 miliar. Sedangkan untuk prasarana dikerjakan PT Waskita Karya Signal oleh PT LRS.

LRT Sumsel, tergolong sebagai kereta berteknologi baru di Indonesia. Kereta ini menggunakan motor listrik sebagai penggerak, dilengkapi third rail sebagai sumber daya listrik.

Dalam satu rangkaiannya terdapat tiga kereta dengan susunan dua motor car atau kereta dengan roda penggerak sekaligus menyatu dengan kabin masinis dan satu kereta sebagai trailer car. Sedangkan material carbody (badan kereta) berupa aluminium double skin atau ekstrusi.

Dari sisi kenyamanan, selain dilengkapi AC (air conditioning), LRT ini memiliki kaca jendela jenis safety glass (tempered) dan dilaminasi anti-UV 60 persen, sehingga mampu mengurangi radiasi sinar matahari langsung.

Kereta dengan kandungan lokal produk mencapai kurang lebih 45 persen ini mampu membawa sekitar 379 penumpang, baik penumpang yang duduk maupun penumpang yang berdiri.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved